Sudahkan Sterilisasi Kucing Anda? Ini Manfaatnya!

Sudahkan Sterilisasi Kucing Anda? Ini Manfaatnya!

Posted on 13:18 - 02 May 2019
Andhini Puteri Lestari Andhini Puteri Lestari Content Expert & Dog Lover

Banyak yang kerap menyepelekan pentingnya sterilisasi pada kucing. Padahal hingga tahun lalu, salah satu hewan paling populer di dunia ini populasinya bahkan diperkirakan mencapai 600 juta di dunia! Angkat tangan bagi paw friends yang setuju jika populasi kucing semakin bertambah, dan anggukkan kepala bagi paw friends yang berpikir bahwa akan lebih baik jika sterilisasi kucing disosialisasikan, tentunya selain atas nama kesehatan, untuk mengurangi jumlah kucing yang terlantar di dunia.

Buat paw friends yang masih kurang paham dengan istilah sterilisasi atau kebiri, ini penjelasannya; sterilisasi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan usaha menghilangkan kemampuan berkembang biak pada hewan maupun manusia dengan menghambat fungsi reproduksinya.

Sterilisasi pada kucing, seberapa pentingkah?

Atas nama “kekucingan” (re: setara dengan kemanusiaan), steril akan mengurangi jumlah kucing yang terlantar atau pun disia-siakan pemiliknya. Ya, sebab jika jumlah kucing terus bertambah, ini belum tentu setara dengan jumlah orang yang bersedia memelihara dan merawatnya.

Yang kedua, tentunya karena sejumlah manfaat berikut ini:

  • Menjaga kesehatan kucing. Kebiri bisa mengurangi atau mencegah risiko timbulnya penyakit berbahaya seperti; tumor kelenjar susu (mammary gland tumor), kanker indung telur atau kanker rahim. Risiko tumor dan kanker kelenjar susu pada betina bisa meningkat karena sistem hormonal reproduksi pada tubuh kucing betina akan terus bersiklus selama masih memiliki organ reproduksi.

  • Mengurangi risiko kematian pada saat induk melahirkan. Kucing tidak mengenal menopause sehingga selama masih ada sel telur, kucing masih bisa hamil bahkan di usia tua.

  • Bagi kucing jantan, ini akan mengurangi spraying atau menyemprot urine pada permukaan vertikal (kursi, meja, sofa, tembok, dan sebagainya)  yang biasanya terjadi pada jantan saat sudah birahi untuk menandai daerah sebagai tanda dominasi.

  • Kucing yang sudah disteril cenderung akan lebih sering berada di rumah, dan ini tentunya akan mengurangi risiko kecelakaan atau pertikaian dengan kucing lain.

Usia tepat untuk sterilisasi kucing

Meski usia terbaik untuk mensterilisasi kucing masih kerap menjadi perdebatan, menurut Dr. Adam Denish dari Rhawnhurst Animal Hospital, Elkins Park, PA, ada tiga opsi yang bisa dipilih: usia muda; usia 6-8 minggu, usia standar; 5-6 bulan, dan yang ketiga; menunggu hingga usia matang; sekitar 8-12 bulan.

Namun menurut Dr. Denish, usia terbaik menurutnya adalah lima bulan, “Sebaiknya tunggu hingga menjelang masa puber, karena di usia tersebut, kucing sudah dalam usia cukup untuk dilatih oleh sang pemilik, dan tubuhnya juga sudah siap untuk menerima perubahan,” ujarnya.  

Namun umumnya, secara umum, banyak yang sependapat dengan Dr. Denish untuk  mengebiri kucing di usia empat sampai enam bulan.

Pascaoperasi sterilisasi

Tidak perlu khawatir dengan efek setelah proses steril, karena jika kucing merasa sedikit pusing dan mengantuk setelah operasi, hal ini wajar adanya, namun mereka akan kembali lincah seperti biasa setelah beberapa saat.

Kucing cenderung jadi lebih sedikit gerak setelah operasi sterilisasi. Sumber: pexels/pixabay.com

 

Proses pemulihannya memang bervariasi sesuai gender, tentu karena prosedur operasinya juga berbeda. Tetapi ada beberapa hal yang bisa paw friends perhatikan untuk mempermudah  kucing kesayangan di masa pemulihan/pascaoperasi, yakni sebagai berikut:

Masalah saluran kencing

Biasanya, ini masalah yang paling umum terjadi. Jika menemui kebiasaan buang air kecil yang tidak wajar, seperti; semakin sering buang air kecil, terlihat mengejan tapi tidak ada urine yang keluar atau bahkan terkadang ada darah yang keluar, segera konsultasikan ke dokter hewan.

Pertambahan berat badan

Setelah operasi, mereka akan berhenti mencari pasangan, dan ini berarti mereka akan menjadi lebih pemalas dan sedikit bergerak, dan tidak heran jika berat badannya akan naik. Bila ini terjadi, jangan sampai mereka jadi obesitas, sering-seringlah mengajaknya bermain atau jalan-jalan.

Melihat manfaatnya lebih besar dari biaya kebiri yang dikeluarkan, langkah ini memang lebih baik dilakukan buat kucing kesayangan paw friends.

Profil Penulis
Andhini adalah Content Expert dan dog parents untuk Cola, Whiskey, & Benji. Selain sangat cinta pada dunia teater dan snacks, ia sangat suka pada binatang (semua binatang) selain musuh terbesarnya: kecoak!
scroll to top