Stop Aroma Tak Sedap! Ini Cara Membersihkan Kotak Kotoran Kucing

Stop Aroma Tak Sedap! Ini Cara Membersihkan Kotak Kotoran Kucing

Posted on 14:33 - 05 Aug 2019
Andhini Puteri Lestari Andhini Puteri Lestari Content Expert & Dog Lover

Duh, bau banget sih ruangan ini! Makanya jangan suka taruh kotak kotoran kucing di dalam ruangan dong.” Familier dengan celetukan macam ini? 

Hmm, kadang buat paw friends yang terbiasa hidup dengan kucing, celetukan ini agak sulit diterima, karena mungkin paw friends cukup rajin membersihkan kotak berisi pasir milik kucing kesayangan, ditambah pula, rasanya paw friends tidak mencium bau tidak sedap. 

Tapi tidak bagi para tamu yang baru datang ke rumah paw friends, bisa jadi penciuman paw friends kadang sudah terbiasa (baca: sudah maklum) dengan aroma dari kotak kotoran kucing, jika sudah sangat menyengat, baru tercium. Berbeda dengan para tamu tadi. Tapi ada baiknya, baik sudah mulai “beraroma” atau belum, rajinlah membersihkan boks kotoran kucing demi kesehatan kucing dan pemiliknya sendiri. 

Selain alasan kesehatan, kucing juga merasa tidak nyaman jika boks pasirnya kotor, dan biasanya mereka akan mencari tempat lain yang lebih bersih untuk buang air. Indera penciuman kucing 14 kali lebih tajam dari manusia, jadi sedikit bau saja dari boksnya bisa sangat menyengat buatnya. 

Ini caranya!

 

Persiapkan atribut membersihkan kotoran

Bagi perempuan, sangat berbahaya untuk melakukan kontak langsung dengan kotoran kucing, karena kotoran kucing dapat mengandung parasit penyebab infeksi yang disebut toksoplasma. Jika paw friends sedang mengandung, sebaiknya minta bantuan orang lain, suami misalnya, untuk melakukan hal ini. 

Maka itu, kenakan sepasang sarung tangan karet dan masker sebelum beraksi. Masker bisa mencegah paw friends menghirup amonia, yang memicu bau pesing menyengat dan sulit dihilangkan. 

Sarung tangan karet bisa mencegah penularan virus di feses kucing
Sarung tangan karet bisa mencegah paw friends dari penularan virus di feses kucing.
Photo: pagefacts/Pixabay

Baca juga: 6 Tips Sukses Toilet Training untuk Anak Kucing

Siapkan tempat sampah di dekat kotak kotoran, bisa juga ember kosong atau wadah litter yang kosong untuk digunakan sebagai tempat membuang kotoran kucing. Dekatkan tempat sampah tadi ke dekat kotak kotoran agar tidak ada yang tercecer saat sedang membersihkan. Selain tempat sampah, siapkan juga litter scoop/serokan kecil untuk mengangkat kotoran (hindari kontak fisik), plastik sampah, dan selalu sediakan tisu basah dan tisu kering, air bersih, dan sabun. Selain atribut tadi, yang terpenting adalah selalu siapkan pasir baru untuk mengganti pasir yang sudah terkena kotoran. 

 

[Harian]

Buang feses dengan hati-hati

Serok feses kucing dalam bentuk gumpalan pasir
Setelah berbentuk gumpalan pasir, serok perlahan dan buang di plastik sampah.
Photo: wikiHow

Setelah mengenakan masker dan sarung tangan, ambil serokan kecil yang sudah disediakan, tutupi/siram feses/kotoran kucing dengan pasir di sekitarnya, setelah tertutupi semuanya, serok dan buang ke dalam plastik sampah (jangan langsung membuang di tempat sampah tanpa dimasukkan ke dalam plastik terlebih dahulu), ikat plastiknya dan buang di tempat sampah. Pastikan tidak ada yang tercecer pada saat menyerok kotoran. Buang juga pasir-pasir menggumpal yang sudah terkena air seninya.

Isi ulang pasirnya

Karena sebagian pasir sudah terbuang, isi ulang kotak kotoran kucing dengan pasir yang masih baru. Pastikan pasir ini cukup tebal agar feses tidak langsung mengotori bagian dasar kotak. Isi ulang pasirnya setiap 2-3 hari.  

 

[Mingguan]

Buang sisa pasirnya

Minimal seminggu sekali, buang sisa pasir di kotak. Karena meskipun yang terkena feses hanya sebagian saja, bisa jadi bakteri tetap ada di pasir yang terlihat bersih (siapa tahu si kitty menginjak fesesnya sendiri dan berjalan menginjak pasir yang bersih tadi). 

Bersihkan kotak 

Setelah kotak bersih dari pasir, sikat dan cuci kotak dengan sabun atau detergen, sikat bagian dalam dan bagian luar kotaknya, bisa juga menggunakan sponge. Hindari membersihkan kotak dengan bahan kimia seperti amonia karena penciuman kucing sangat sensitif dan jika kitty mencium aroma kimia ini, bisa jadi ia tidak akan mau buang hajat di dalam kotak dan akan mencari area lain di luar kotak. 

paw friends boleh mencucinya dengan air biasa maupun air hangat, dan pastikan paw friends menggosok semua area kotak, ya! Pastikan juga untuk membersihkan kotak di luar ruangan, bukan di dalam kamar atau di kamar mandi.  

Setelah bersih, keringkan dengan handuk atau lap kering, dan isi kembali dengan pasir baru. 

Jaga aroma kotak kotoran

Baking soda meminimalisir aroma tidak enak di pasir kucing
Baking soda bisa jadi pilihan untuk meminimalisir aroma tidak enak.
Photo: wikiHow

Setelah kotaknya bersih dan belum terisi pasir, saatnya menambahkan wangi-wangian untuk menjaga aromanya tetap bersih dan tidak menyengat. Ada beberapa pilihan untuk membuatnya tetap fresh dan tidak menyengat; yang pertama, saat mengganti pasir, gunakan pasir beraroma (di sejumlah pet shop, ada yang menjual pasir wangi), cara lainnya, bisa juga dengan menggunakan baking soda! Untuk yang satu ini, sejumput baking soda atau sebanyak satu hingga dua sendok makan baking soda bisa ditebar di dasar kotak, barulah ditutup dengan pasir. Baking soda terbukti bisa menyerap atau mengurangi aroma tidak enak.

 

Profil Penulis
Andhini adalah Content Expert dan dog parents untuk Cola, Whiskey, & Benji. Selain sangat cinta pada dunia teater dan snacks, ia sangat suka pada binatang (semua binatang) selain musuh terbesarnya: kecoak!
scroll to top