Obesitas pada Anjing dan Kucing, Menggemaskan vs Mengkhawatirkan?

Obesitas pada Anjing dan Kucing, Menggemaskan vs Mengkhawatirkan?

Posted on 11:58 - 05 May 2020
Cornila Desyana Cornila Desyana Penulis dan Penyuka Binatang

paw friends masih ingat dengan video viral kucing yang tampak ogah-ogahan berlatih di atas treadmill pada Oktober 2019 lalu? Nama kucingnya adalah Cinder. Menurut situs berita Washington Post, Cinder memiliki bobot tubuh berlebih alias mengalami obesitas. Toh, berat badan Cinder saat itu mencapai 10 kilogram. Karena tubuhnya yang sangat kokoh dan berbobot, para dokter hewan di North Shore Veterinary Hospital Bellingham, Washington, menamai kucing berjenis Russian Blue itu sebagai Cinder-Block.

Terkait obesitas pada hewan peliharaan, dokter hewan sekaligus pendiri Association for Pet Obesity Prevention, Ernie Ward, menyebutkan bila 20 tahun lalu, jarang sekali ditemukan kucing seberat Cinder Block. “Namun saat ini, makin banyak ditemukan kucing obesitas dengan bobot sekitar 9 kilogram,” kata Ward. 

Kondisi ini sendiri dipicu dengan banyaknya pawrents yang menganggap anjing atau kucing gemuk itu menggemaskan. “Melihat anjing atau kucing gemuk mungkin membuat orang terhibur atau tertawa,” tulis situs Animal Emergency & Speciality Center. “Pada kenyataannya, kegemukan pada anjing atau kucing bukanlah suatu hal yang imut. Malah bisa berakibat buruk pada kesehatan hewan.”

Hal serupa juga pernah diungkapkan The Global Pet Obesity Initiative pada 13 Oktober 2019, bila obesitas pada hewan peliharaan merupakan suatu penyakit. Kesimpulan ini diambil dari berbagai studi yang mencatat sekitar 59 persen anjing dan kucing mengalami kelebihan berat badan.

Lantas bagaimana mengetahui hewan peliharan paw friends menderita obesitas atau kelebihan berat badan? Apa yang harus dilakukan dan bagaimana mengatur pola makanan hewan peliharan paw friends

Artikel ini akan menjawab pertanyaan paw friends seputar obesitas pada anjing dan kucing.

 

Apa penyebab obesitas pada anjing atau kucing?

Pahami faktor penyebab obesitas pada pet Anda
Pahami faktor penyebab obesitas pada pet Anda
Photo credit: Buonesia Carol / Pexels

Ada beberapa penyebab faktor yang membuat hewan peliharaan mengalami obesitas. Di antaranya:

  • Faktor keturunan. Beberapa hewan peliharaan berpotensi menderita obesitas karena faktor keturunan. Untuk anjing, misalnya saja ras English Bulldog, Beagle, Dachshund, Pug, Dalmatian, Labrador Retriever, maupun Cocker Spaniel. Sementara untuk kucing, obesitas mudah dialami Tabby dan Manx.
  • Faktor usia. Risiko obesitas pada hewan peliharaan semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Pada kucing, mereka berisiko terkena penyakit obesitas saat berusia di antara 5 - 11 tahun. Sementara pada anjing, obesitas bisa terjadi di umur 5-10 tahun.
  • Hewan yang dikebiri. Hewan yang dikebiri juga berpotensi lebih tinggi mengalami obesitas. Karena kucing atau anjing yang sudah dikebiri tidak lagi begitu aktif atau enggan mondar-mandir jalan atau bereksplorasi.
  • Jenis kelamin. Menurut Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals, hewan yang mengalami obesitas dilaporkan lebih sering terjadi pada betina. 
  • Kondisi kesehatan pemilik. Jika pemiliknya mengalami obesitas, hewan peliharaan juga berpotensi mengalami obesitas. Kenapa? Sebab, pemilik akan cenderung kurang bergerak untuk  melatih hewan peliharaan mereka.
  • Kebanyakan makan. Tidak hanya paw friends, hewan peliharaan juga perlu diet. Makanan  seimbang, teratur, dan tidak berlebihan perlu diterapkan pada kucing dan anjing. Untuk makan besar, paw friends bisa memberikannya dua kali sehari, kecuali ada resep atau treatment khusus dari dokter hewan. Sementara untuk camilan, paw friends bisa memberikan sesekali.
  • Kondisi medis. Beberapa kondisi medis atau perubahan hormon dapat memperlambat laju metabolisme kucing, menyebabkan proses pembakaran kalori jadi lebih lambat. Bila ini terjadi, paw friends perlu melakukan modifikasi diet yang tepat bagi kucing. Sementara pada anjing yang menjalani pengobatan insulin, untuk penyakit insulinoma, bisa mengalami dampak kelebihan berat badan.
  • Faktor penyakit pendukung. Beberapa penyakit bisa menjadi penyebab kucing mengalami obesitas. Seperti penyakit Feline Hypothyroidism atau hipotiroid yang mendorong nafsu makan kucing meningkat, juga membuatnya sering minum air.
  • Hidup bersama kucing atau anjing lain di rumah. Keberadaan hewan lain di rumah secara tidak langsung memicu sisi kompetitif anjing atau kucing saat makan. Yang mana mereka akan cenderung makan lebih cepat, sebelum yang lainnya menghabiskan makanan mereka.

 

Apa bahaya obesitas bagi anjing atau kucing?

Anjing atau kucing yang sudah dikebiri cenderung malas bergerak hingga obesitas
Anjing atau kucing yang sudah dikebiri cenderung malas bergerak hingga obesitas
Photo credit: Jorge Zapata / Unsplash

Menurut data Association for Pet Obesity Prevention, di Amerika Serikat saja, sekitar 52,7% anjing dan 57,9% kucing kelebihan berat badan atau obesitas. Dengan perkiraan: 43,8 juta anjing kelebihan berat badan atau obesitas; 13,9 juta anjing gemuk, serta 55 juta kucing kelebihan berat badan atau obesitas; dan 26,2 juta kucing gemuk.  

Dengan menderita obesitas, nyatanya banyak  ancaman kesehatan terhadap kucing dan anjing. Berikut di antaranya:

  • Hewan yang mengalami obesitas lebih sulit didiagnosis gangguan kesehatannya. Sebab, hewan dengan obesitas sulit dilakukan auskultasi (mendengarkan dengan stetoskop) secara efisien, atau meraba-raba (merasakan perut atau struktur lain), atau mendapatkan sampel yang tepat (misalnya, venipuncture, atau akses vena).
  • Hewan yang obesitas memiliki risiko lebih besar selama anestesi dan pembedahan karena fungsi paru-paru, kadang-kadang fungsi hati dan ginjal menurun. Hewan obesitas juga berisiko infeksi luka yang lebih besar dan membutuhkan lebih banyak anestesi daripada hewan peliharaan normal. Dokter bedah mungkin juga ditantang karena penyimpanan lemak rongga tubuh yang berlebihan, karena struktur internal dapat tertanam dalam pada akumulasi lemak ini.

Hewan obesitas berpotensi terkena tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, jantung, dan pembuluh darah. Fungsi hati kucing atau anjing juga dapat terganggu karena penumpukan lemak di hati. Misalnya, kucing gemuk berpotensi mengalami hati berlemak (lipidosis hati) yang mengancam jiwa. Di sisi lain, hewan peliharaan yang mengalami obesitas berisiko mengalami diabetes mellitus. Kadar glukosa dalam darah meningkat sedangkan angka insulin rendah.

Tabel 1. Penyakit yang umum didierita anjing dan kucing obesitas

Penyakit yang umumnya diderita anjing obesitas:

Penyakit yang umumnya diderita kucing obesitas:

  • Radang sendi
  • Penyakit kandung kemih /saluran kemih
  • Penyakit hati
  • Hormon tiroid rendah
  • Ligamen lutut robek
  • Sakit di tulang belakang
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal kronis
  • Gagal jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit kandung kemih /saluran kemih
  • Penyakit ginjal kronis
  • Diabetes
  • Asma
  • Penyakit hati
  • Radang sendi
  • Tekanan darah tinggi
  • Gagal jantung
  • Gangguan kandung empedu
  • Imobilisasi tulang belakang

Dalam kondisi obesitas, kucing atau anjing tidak hanya mengalami penurunan stamina tubuh atau menderita penyakit-penyakit di atas, tapi juga terancam mengidap kanker, hingga peluang hidupnya turun sekitar 2,5 tahun.

Sementara menurut studi yang dirilis pada 2001 oleh sebuah produsen makanan hewan, rata-rata masa hidup anjing Labrador Retrievers yang bertubuh ramping bisa lebih lama 15 persen ketimbang Labrador Retrievers yang mengalami obesitas. Studi ini sendiri berlangsung selama 14 tahun.

 

Bagaimana cara mengetahui anjing atau kucing mengalami obesitas?

Yang pertama-tama paw friends bisa lakukan untuk mengecek bobot tubuh anak bulu adalah merasakan dan menghitung tulang rusuknya saat paw friends memegang tubuh hewan peliharaan dari samping.

Selanjutnya, ketika melihat hewan peliharaan dari bawah, paw friends akan melihat bentuk mirip jam pasir atau lekukan di dekat bagian tengah tubuh. Jika hewan peliharaan paw friends terlihat seperti balon udara dari atas, ia mungkin kelebihan berat badan atau obesitas.

Selain itu, ketika mengamati hewan peliharaan dari samping saat berdiri, paw friends akan melihat sedikit kemiringan perut yang naik. Jika perut menggantung rendah dan hampir mendekati permukaan bawah, itu mengindikasikan hewan peliharaan paw friends mengalami obesitas karena ada lemak perut. 

Tapi, untuk lebih jelasnya, paw friends bisa menanyakan kepada dokter hewan apakah hewan peliharaan mengalami obesitas. Dokter hewan biasanya melakukan beberapa pemeriksaan seperti menentukan Body Condition Score. 

Sementara untuk menjaga berat badan anak bulu, paw friends perlu melakukan monitor akan berat badan kucing atau anjing, memeriksa  secara detail kandungan nutrisi dalam makanannya, juga mengetahui frekuensi dan jadwal hewan peliharaan makan. Bila kucing atau anjing tengah menjalani masa pengobatan, sangat dianjurkan bila paw friends bertanya pada dokter hewan akan kandungan dalam obat dan efek sampingnya.

Kucing British Shorthair cenderung rentan terhadap obesitas, terutama yang telah disterilisasi
Kucing British Shorthair cenderung rentan terhadap obesitas, terutama yang telah dikebiri
Photo credit: Max Baskakov / Unsplash

 

Kalau kucing atau anjing obesitas, berapa berat badan yang secara aman bisa dikurangi dalam sebulan?

Secara umum, seekor anjing bisa menurunkan 1 hingga 3 persen dari berat tubuhnya dan kucing 0,5 hingga 2 persen per bulan. Ada pula anjing yang bisa mengurangi berat badannya 3 hingga 5 persen. Sedangkan sebagian besar kucing bisa mengurangi berat badan sekitar setengah pound per bulan. 
Menurunkan berat badan tidak mudah atau cepat untuk hewan peliharaan, terutama kucing. Jika paw friends menerapkan "crash diet" pada hewan peliharaan, mereka dapat mengalami kondisi medis serius, termasuk gagal hati yang mengancam jiwa yang dapat terjadi dalam waktu kurang dari 72 jam. 

Karena itu, kesabaran sangat penting untuk menurunkan berat badan hewan peliharaan. Sebagian besar anjing membutuhkan penurunan berat badan 3 sampai 6 bulan dan kucing 6 sampai 12 bulan. Dokter hewan mungkin akan merumuskan rencana penurunan berat badan bertahap yang secara bertahap akan mengurangi jumlah makanan yang dimakan selama periode 1 hingga 3 bulan. 

 

Apa saja latihan untuk mengurangi berat badan anjing atau kucing?

Jaga bobot badan kucing atau anjing dengan aktivitas fisik secara rutin
Jaga bobot badan kucing atau anjing dengan aktivitas fisik secara rutin
Photo credit: Murilo Viviani / Unsplash

Kebanyakan dokter hewan dan pemilik hewan peliharaan fokus pada berapa lama hewan peliharaan harus berolahraga setiap hari. Meskipun itu merupakan pendekatan yang sangat baik, paw friends disarankan menentukan jenis kegiatan apa yang terbaik berdasarkan spesies hewan peliharaan, usia, jenis kelamin, dan kemampuan fisik saat ini. 

Berjalan, berenang, kelincahan, mengejar, mengambil bola, dan mainan yang dikendalikan dari jarak jauh sebaiknya disesuaikan oleh kemampuan fisik hewan peliharaan. Rekomendasi umum adalah anjing memerlukan setidaknya 30 menit aktivitas fisik sehari dan kucing berolahraga tiga kali secara intens selama 5 menit. 

Aktivitas fisik akan memberikan hasil optimal dengan didukung pemberian nutrisi seimbang pada anjing dan kucing. Manajemen nutrisi ini bisa pawrents lakukan melalui pengurangan asupan kalori pada anabul. Yakni dengan memberikan makan lebih sedikit dari asupan harian mereka, atau memberlakukan diet khusus penurunan berat badan. Apapun treatment yang pawrents pilih, penting untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter hewan.

Sama seperti kita, dengan pola hidup teratur dan sehat, anjing serta kucing bisa terhindar dari obesitas. Dan yang perlu diingat, pencegahan akan selalu lebih baik dari pengobatan. Jadi, daripada demi tampilan anabul yang menggemaskan, ada baiknya paw friends menjaga kesehatan kucing atau anjing agar terhindar dari masalah obesitas.

 

 

Photo credit main image: Jorge Zapata / Unsplash

 

Profil Penulis

Cornila, ibu dari dua putri dan satu putra, yang juga sibuk sebagai parent dari dua kucing, dua kelinci, dua kura-kura brazil, dua hamster dan satu anaknya, dua ikan cupang, dua ikan mas, dan dua ikan manfish.

scroll to top