Mitos dan Fakta Warna Bulu Kucing

Mitos dan Fakta Warna Bulu Kucing

Posted on 12:38 - 03 Mar 2020
Cornila Desyana Cornila Desyana Penulis dan Penyuka Binatang

Sebagai cat lovers, paw friends tentu tahu kalau umumnya kucing bisa melahirkan lima anak kucing atau kittens dalam sekali waktu. Waktu lahir, ukuran anak kucing hanya setelapak tangan paw friends, dengan bulu-bulu tipis. Ketika umurnya sudah masuk satu-dua minggu, bulu kitten akan semakin tebal, warna dan corak bulu anak kucing juga jadi semakin jelas. 

Meski lahir dari satu ibu, warna bulu anak-anak kucing bisa berbeda antara satu yang lain. Hal itu bisa terjadi karena ada kemungkinan ibu kucing kawin dengan beberapa pejantan. 

Bagaimana kalau paw friends hanya mengawinkan si kucing betina dengan satu pejantan saja? Apakah warna anak kucing akan sama? Ternyata tidak juga karena warna bulu kucing ditentukan oleh gen yang dibawa oleh gen ibu-bapaknya (yang juga membawa gen berbeda dari nenek moyang si induk).

Nah, setelah tahu sebab kucing memiliki warna bulu berbeda, meski lahir dari induk yang sama, kini kita bahas cerita tentang di balik warna bulu kucing, mitos dan faktanya.

 

Kucing bulu putih

Kucing bulu putih memiliki warna mata berbeda saat lahir dan ketika dewasa
Kucing bulu putih memiliki warna mata berbeda saat lahir dan ketika dewasa
Photo credit: Jonnelle Yankovich / Unsplash

Mitos

Warna mata kucing putih, bisa berubah-ubah. Selain itu, mereka cenderung pendiam, tenang, dan ketimbang kucing dengan warna bulu lain.

Fakta

Rata-rata kucing putih memang memiliki warna mata berbeda saat mereka baru lahir dan ketika sudah dewasa. Menurut thehappycatsite.com, saat lahir, kucing berbulu putih memiliki warna mata biru, hijau, emas, atau kuning. “Tapi itu hanya warna sementara saja yang akan berubah ke warna permanen setelah kucing berumur beberapa bulan,” tulis situs itu. “Memang ada anak kucing putih yang memiliki warna mata yang sama dari lahir sejak dewasa, namun itu hal yang sangat jarang terjadi.”

Untuk beberapa kucing, seperti ras Van Turkish, bisa memiliki warna berbeda di kedua bola matanya. Misalnya, satu mata warna biru dan lainnya warna kuning, atau satu mata warna kuning dan mata lainnya warna hijau. “Setidaknya 26% kucing Van Turkish memiliki warna mata berbeda dan itu dipengaruhi gen yang mereka bawa,” tulis situs tersebut.

Nah, soal kucing putih dikenal pendiam atau pemalu, sebenarnya itu bukan sifat dasar mereka dan tidak semua kucing putih pendiam. Kucing putih yang pendiam itu biasanya berwarna mata biru terang yang cenderung tidak memiliki banyak sel melanosit. 

Karena sel melanosit berperan penting dalam pengembangan fungsi telinga bagian dalam, jumlahnya yang sedikit pun membuat telinga kucing jadi tidak optimal. “Satu studi menemukan bahwa sekitar 20% dari kucing berbulu putih menderita tuli,” tulis situs itu. “Sebagian mereka ada yang tuli di satu telinga dan sebagian lainnya tuli di kedua telinganya.”

 

Kucing Bulu Hitam

Di Jepang, kucing bulu hitam dianggap bisa membantu perempuan bertemu jodohnya
Di Jepang, kucing bulu hitam dianggap bisa membantu perempuan bertemu jodohnya
Photo credit: Hannah Troupe / Unsplash

Mitos

Kucing hitam dianggap sebagai jelmaan ataupun pengikut penyihir. Saat kucing hitam lewat di depan paw friends, akan datang bencana.

Mitos tentang kucing hitam ini sudah bergulir sejak lama, loh. Dari masa lalu, orang-orang berbudaya Barat percaya kalau di masa Yunani Kuno, Hera (istri Zeus) Hera pernah menghukum dan mengubah pelayannya -- Galinthias -- menjadi kucing hitam. Alasannya karena Galinthias dianggap menghalangi kelahiran Hercules. 

Saat menjadi kucing hitam, Galinthias pun menjadi asisten Hecate, sang dewi sihir. Itulah yang membuat citra kucing hitam jadi buruk di mata banyak orang.

Fakta

Tidak semua kebudayaan menganggap kucing hitam sebagai pertanda bencana. Menganggap kucing hitam penuh kasih sayang, orang Skotlandia percaya kalau keberuntungan akan datang saat ada kucing hitam berkunjung ke rumah mereka. Sementara orang Jepang percaya bila kucing hitam bisa membantu wanita lajang untuk menemukan pria yang akan melamar mereka. Nah, kamu yang masih jomblo, berminat nggak nih buat memelihara kucing hitam? :)

Meski beberapa kebudayaan menganggap kucing hitam membawa keberuntungan, sayangnya mitos kucing hitam pertanda sial lebih banyak diamini orang-orang. Karena ini, banyak kucing hitam yang terlantar dan sulit menemukan paw parents yang mau mengadopsi mereka. Kasihan, ya...

 

Kucing bulu oranye

Warna oranye pada bulu kucing bisa meningkatkan nafsu makan paw parents
Warna oranye pada bulu kucing bisa meningkatkan nafsu makan paw parents
Photo credit: No Name / Unsplash

Mitos:

Hampir semua cat lovers kenal dengan Garfield, kucing oranye berbadan bulat, yang suka makan dan tidur. Dan begitulah anggapan orang ke kucing berbulu oranye: tukang makan dan pemalas.

Fakta:

Warna oranye memang bisa meningkatkan nafsu makan orang yang melihatnya. Pada kenyataannya, kucing buta warna. Yang artinya, efek warna oranye pada bulunya bukan menjadi faktor pendorong si pus doyan makan.

“Bisa jadi, si empunya kucing oranyelah yang terpengaruh dengan warna bulu kucing itu,” tulis situs felineliving.net. “Saat melihat warna oranye di bulu si kucing, cat lovers jadi terpikir soal makanan dan terdorong untuk memberinya makan dan tentu saja si kucing akan tergiur untuk makan terus.”

Nah soal sifat, sebetulnya kucing berwarna bulu oranye mirip dengan kucing warna lainnya. Yakni, memiliki sifat dan kepribadian unik yang berbeda-beda. Dengan kata lain, tidak semua kucing berwarna oranye bersifat pemalas. “Pada akhirnya, sifat kucing akan dipengaruhi perlakuan cat lovers. Kalau sering memanjakan kucing, ia pun akan jadi pemalas,” tulis situs tersebut.

 

Kucing bulu belang tiga

Di dunia kucing, kucing pejantan dengan warna bulu belang tiga ibarat unicorn
Di dunia kucing, kucing pejantan dengan warna bulu belang tiga ibarat unicorn
Photo credit: Erika / Unsplash

Mitos: 

Ada banyak mitos untuk kucing berbulu tiga. Di Indonesia saja, banyak orang percaya kalau kucing jantan belang tiga tiidak akan bisa berumur panjang, karena akan dimakan oleh induknya. Kenapa dimakan? Sebab bila si anak kucing jantan belang tiga tumbuh besar, dia akan jadi preman yang menguasai daerahnya, bahkan mengalahkan induknya sendiri.

Berbeda dengan di Indonesia, masyarakat Inggris dan Amerika Serikat, kucing jantan dengan bulu belang tiga (atau dikenal dengan sebutan calico) bisa membawa keberuntungan. Sementara orang Jepang membuat jimat berupa patung kucing calico bernama Maneki neko. Patung Maneki neko yang kaki kirinya terangkat dianggap membawa keberuntungan dan kekayaan, sementara Maneki neko dengan kaki tangan terangkat bisa memikat pelanggan datang ke suatu toko atau restoran, yang memajangnya.

Selain membawa keberuntungan, pelaut Jepang di zaman dulu juga percaya kalau kucing belang tiga bisa mengusir badai dan hantu leluhur yang marah di atas kapal. Itu sebabnya, mereka menganggap kucing calico sebagai teman seperlayaran.

Fakta:

Warna belang tiga bisa muncul pada bulu kucing dari berbagai ras, baik itu kucing domestik, maupun Bobtail Jepang, Manx, Persia, Anggora Turki, dan Shorthair Amerika. Kemunculan warna belang tiga itu sendiri terjadi karena gen dalam tubuh si kucing. 

“Seekor kucing bisa memiliki belang tiga ketika dalam gennya tercantum dua kromosom  X dengan warna berbeda,” tulis buzzfeed.com. Karena dua kromosom X hanya ada di dalam gen kucing betina, sangat tidak mungkin kucing jantan -- yang hanya punya satu kromosom X -- memiliki bulu belang tiga. 

Di dunia kucing sendiri, kucing calico jantan dianggap ibarat unicorn, sebab kurang dari 0,1% peluang kucing calico dilahirkan jantan. Atau hanya satu dari 3.000 kucing calico adalah laki-laki. “Selain itu hanya satu dari 10.000 kucing calico jantan yang lahir subur,” tulis meowingtons.com. “Meski begitu, biasanya mereka menderita Sindrom Klinefelter yang menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti kerusakan otak, kelainan bentuk genital, dan kegagalan organ.”

Karena langka inilah, kucing calico jantan dianggap membawa keberuntungan. Meski sesungguhnya, kondisi kesehatan si pus tidak normal seperti kucing lainnya. Alasan genetik ini juga yang menjawab mitos kucing jantan belang tiga di Indonesia. Jadi bukan karena mereka dimakan induknya, tapi memang keberadaannya sangat langka.

Singkat kata, sebetulnya warna bulu kucing tidaklah menjamin sifat dan karakteristik dari si kucing itu sendiri. Kucing hitam tidaklah membawa pengaruh buruk, sementara kucing oranye tidak selalu malas. Bagaimana tingkah laku si kucing di rumah, itu ditentukan dengan cara paw friends merawatnya :)

 

 

Photo credit main image: Buonesia Carol / Pexels

 

Profil Penulis

Cornila, ibu dari dua putri dan satu putra, yang juga sibuk sebagai parent dari dua kucing, dua kelinci, dua kura-kura brazil, dua hamster dan satu anaknya, dua ikan cupang, dua ikan mas, dan dua ikan manfish.

scroll to top