Kenali Caplak pada Anjing, dan Ketahui Cara Membasminya

Kenali Caplak pada Anjing, dan Ketahui Cara Membasminya

Posted on 22:31 - 26 Jan 2021
Sahiri Loing Sahiri Loing Seasoned writer & paw parent

Problem caplak (ticks) merupakan hal yang bakal sering dihadapi oleh pet owners. Apabila penanganan caplak pada anjing kurang tepat, maka saat “musim” caplak tiba Anda akan melalui fase yang sangat menjengkelkan karena parasit ini tak hanya bakal menggerayangi anjing kesayangan Anda namun juga lingkungan rumah Anda!


Jangan khawatir, paw friends! Jelas ada solusinya kok. Yang jelas masalah parasit hewan seperti pinjal dan caplak (fleas & ticks) memang tak boleh disepelekan. Menurut Drh Eka Dewi Wulandari, pemilik dan Kepala Medis Klinik Pet+Vet, “Jangan menganggap anjing pasti terkena caplak itu merupakan hal yang normal. Edukasi akan penanggulangannya yang tepat sangat krusial supaya anjing Anda bisa bebas kutu,” kata Drh Eka dalam wawancara bersama paw Indonesia.


Mau tahu lebih detail tentang caplak dan solusinya? Berikut segala yang Anda perlu tahu. 


Apa sih sebenarnya caplak?


Caplak adalah sejenis parasit yang hampir semua pemilik anjing akan hadapi. Nah jenis caplak yang bakal paw friends sering temui adalah brown dog ticks, yang ternyata masih berkerabat dengan laba-laba (arachnid). Pada tiap tahap hidupnya, caplak yang masih kecil mesti menghisap darah dari beragam “host” atau inang (alias anjing Anda) supaya bisa bertahan hidup. Siklus hidup mereka sampai memasuki usia dewasa (lihat grafik siklus hidup caplak di bawah) bisa mencapai tiga tahun, dan mereka akan mati apabila tidak menemukan host. 
 

Siklus hidup caplak pada anjing atau kucing
Siklus hidup caplak pada anjing atau kucing
Source image: freepik.com

 

Caplak betina akan menghisap darah anjing Anda hingga caplak gendut, melepaskan diri dari inangnya (alias anjing Anda), lalu bertelur hingga ribuan jumlahnya di lingkungan rumah. Bila dibiarkan, maka anjing paw friends berpotensi terjangkit penyakit yang bisa berakibat fatal seperti:

  • Anemia atau kekurangan darah;
  • Lyme disease, ditularkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang mengakibatkan gangguan ginjal akibat berkurangnya kadar protein dalam tubuh;
  • Rocky Mountain Spotted Fever, penyakit yang berasal dari bakteri bernama sama di Amerika yang mengakibatkan demam dan penurunan sel darah;
  • Babesiosis, parasit yang menyerang sel darah merah yang mengakibatkan demam, urine berwarna keruh, penurunan nafsu makan, muntah, dan perilaku murung pada anjing; dan
  • Ehrlichiosis, yang menyerang sel darah merah maupun putih dengan gejala demam ringan dan masa penyembuhan lebih lama setelah operasi. Dibandingkan penyakit lainnya di atas, ehrlichiosis tak memiliki gejala yang signifikan maka kerap terlewatkan oleh pet owner. 
  • Flea Allergic Dermatitis (FAD), atau reaksi alergi anjing kepada air liur caplak. Penyakit ini tidak fatal tapi yang pasti akan membuat  anjing paw friends super tidak nyaman karena rasa gatal yang tiada habisnya. 
     
Rajin vakum tiap sudut rumah dan bersihkan perabotan agar bebas caplak
Rajin vakum tiap sudut rumah dan bersihkan perabotan agar bebas caplak
Photo credit: The Creative Exchange/Unsplash.com


Apakah caplak bisa menularkan penyakit ke manusia?


Bisa. Tak hanya anjing, caplak yang sebenarnya berperan sebagai vektor (perantara penularan penyakit) ini pun bisa menularkan penyakit ke manusia, seperti lyme disease dan tick mountain fever.  “Di negara dengan empat musim, potensi perkembangbiakannya bisa berkurang saat musim dingin karena kutu akan mati saat musim dingin,” kata Drh Eka. “Sementara, di negara yang hanya memiliki dua musim, caplak akan terus berkembang biak.”


Yang pertama Anda mesti ketahui adalah, caplak yang terlanjur berada di tubuh anjing Anda hanya 5% dari total caplak yang ada. Sisanya? Mereka berkeliaran atau bersembunyi di lingkungan rumah Anda. paw friends yang memiliki kebun atau area tanah luas akan lebih rentan terkena karena caplak hidup di area dengan rumput liar yang tinggi, di antara dedaunan kering, dan di bawah area yang teduh. Selain itu caplak juga dapat tinggal di sela-sela lantai atau dinding rumah Anda.
 

Anjing yang kerap bermain di luar berpotensi terkena caplak
Anjing yang kerap bermain di luar berpotensi terkena caplak
Photo credit: André Dehne/Unsplash.com

Apa saja kiat  pencegahan yang mesti saya lakukan di rumah?

 

  • Rutin membersihkan rumah dan kebun paw friends. Vakum setiap perabotan, karpet, dan sudut rumah, terutama di area di mana anjing Anda sering tidur dan bermain. Bila anjing Anda memiliki bedding sendiri, maka rajinlah mencucinya dengan air hangat dan deterjen. paw friends juga bisa menggunakan liquid spray khusus anjing untuk Anda semprotkan di sela-sela lantai atau dinding yang retak (namun kalau Anda punya anak mungkin bisa pilih treatment yang lebih natural). Untuk kebun, cabut atau potong pendek rumput liar serta singkirkanlah daun-daun dan ranting yang jatuh.
  • Meski rumah sudah bersih, tapi anjing kesayangan paw friends masih bisa terkena caplak setelah Anda bawa jalan-jalan di lapangan rumput atau saat bermain dengan anjing lain. Maka periksalah tubuh mereka (terutama di antara kuku dan di kuping) setelah jalan-jalan dan kalau mau lebih aman, mandikan mereka dengan shampo anti caplak. Namun karena kandungannya yang keras, jangan terlalu sering-sering ya pakai shamponya.
  • Bawa anjing paw friends ke dokter setidaknya tiga bulan sekali untuk pemeriksaan menyeluruh.
     
Bagian dalam kuping anjing jadi salah satu tempat favorit caplak
Bagian dalam kuping jadi salah satu tempat “favorit” caplak
Photo credit: Erda Estremera/Unsplash.com

Lantas apa yang mesti saya lakukan kalau caplak sudah terlanjur ada di anjing saya?

 

  • Pakailah tweezer (pencabut alis) berujung runcing untuk mencabut caplak.  Pastikan Anda tarik pelan ke atas dengan tekanan yang stabil dan rata. Jangan diputar atau dicabut karena ini bisa memutuskan bagian mulut dan akibatnya malah tetap menempel di kulit anjing. Apabila hal itu terjadi, cabut bagian mulut tersebut dengan tweezer. Bila susah melakukannya, biarkan saja sampai kulit sembuh sendiri. Sementara untuk caplak yang telah dicabut, cemplungkan ke dalam botol yang diisi dengan alkohol.
  • Jangan pernah mencoba mematikan caplak dengan memencetnya karena darah caplak bisa mengandung telur dan yang pada ujungnya akan memperparah perkembangbiakan caplak di lingkungan rumah paw friends. “Bahkan caplak yang mati dapat terus bertelur,” ungkap Drh Eka. “Terbukti saat memasukkan caplak yang mati ke dalam plastik yang tertutup rapat tanpa udara akan terus beranak pinak karena darahnya mengandung ribuan telur.”
  • Minta dokter hewan Anda untuk melakukan blood smear (cek darah) untuk mengetahui apakah anjing paw friends bebas dari parasit darah yang ditularkan oleh caplak seperti canine babesiosis, hemoplasmas, dan hepatozoonosis. Gejala anjing terkena parasit darah termasuk demam dan/atau penurunan nafsu makan, namun hepatozoonosis bisa tak menunjukkan gejala apapun. Apabila tidak ditangani segera, parasit darah bisa menyebabkan kematian pada anjing.
  • paw friends juga bisa meminta dokter hewan Anda untuk membotakkan bulu anjing Anda untuk memastikan benar-benar tidak ada caplak pada tubuh mereka.
  • Berikan obat anti caplak (baik yang tetes maupun dalam bentuk makanan/minuman) atau  aksesori pembasmi caplak seperti kalung.  “Pastikan anjing dalam kondisi sehat saat menggunakan obat minum atau tetes, dan bila Anda memilih obat tetes maka berikan 2 hari sebelum atau setelah mandi untuk penyerapan obat yang optimal,” saran drh Eka.  
  • Sementara dengan kalung beberapa anjing akan mengalami alergi namun menurut Drh Eka hal tersebut biasanya akan terjadi di awal saja karena anjing Anda terekspos ke hal yang baru. Kalung anti caplak bisa efektif dari 6 – 8 bulan, dan apabila digunakan hanya sebulan sekali maka bisa sampai 8 bulan. Yang pasti, entah produk mana yang Anda pilih, selalu baca dan mengikuti saran pemakaian pada boks.


Lagi-lagi, masalah caplak memang tak boleh disepelekan—jangan sampai tingkat keseriusannya mencapai infestasi yang tak hanya menyerang anjing kesayangan paw friends namun juga lingkungan rumah dan Anda! Selalu konsultasi dengan dokter hewan Anda dan ikutilah tip pencegahan yang diuraikan di atas untuk menjamin lingkungan yang sehat dan bebas caplak.
 

 

scroll to top