Wolly, Anjing Adopsi yang Diselamatkan dari Lapo

Wolly, Anjing Adopsi yang Diselamatkan dari Lapo

Posted on 15:28 - 27 Mar 2019
Cornila Desyana Cornila Desyana Penulis dan Penyuka Binatang

Wolly adalah anjing Golden Retriever yang diselamatkan dari sebuah lapo di Jakarta. Untuk beberapa orang mungkin belum menemukan relevansi antara Wolly dengan lapo. Apakah paw friends sendiri tahu relevansinya?

Bila paw friends pernah membaca laporan situs berita Republika Online pada 1 Oktober 2015, yang berjudul Ini Dua Daerah di Jakarta yang Jadi Konsumen Daging Anjing Terbesar,  pertanyan di atas akan terjawab. Toh, dalam artikel itu, Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Darjamuni, melakukan pendataan restoran penjual daging anjing atau lapo di seluruh Jakarta.

“Dari pendataan kami, ada sekitar 104 lapo yang menjual masakan daging anjing,” kata Darjamuni, di Republika.co.id. “Paling banyak konsumen sekitaran Jakarta Timur dan Jakarta Utara."

Awal Wolly Diadopsi

Dan ya, tiga tahun berselang dari pendataan Darjamuni, Wolly diselamatkan oleh seorang rescuer dari sebuah lapo. Dari tangan rescuer itu, Wolly kemudian diadopsi Jonathan. “Tapi karena ada suatu situasi dan kondisi mendadak, terpaksa saya mencarikan adopter lain untuk Wolly,” kata Jonathan ketika dihubungi paw Indonesia.

Atas kondisi itu, Jonathan pun menyebarkan kabar bila Wolly perlu rumah baru. Pada Mei 2018, akhirnya Wolly resmi diadopsi Armadeta Wardhana.

Ketika akan mengadopsi Wolly, Ade -- panggilan Armadeta -- sempat menjalani sesi wawancara dengan Jonathan. Di situ, Ade perlu menceritakan hubungan personalnya dengan anjing. Sebuah sesi wawancara yang cukup mudah bagi Ade, karena sejak kecil ia sudah mengadopsi dan memelihara anjing. “Setidaknya ada delapan anjing yang pernah saya adopsi dan rawat, dan hanya satu yang saya dapat dari pet shop.

Ade sendiri mengadopsi anjing karena melihat masih banyak anjing bagus, tapi ditelantarkan pemiliknya. Terlebih lagi, Ade selalu menjalin ikatan emosi dengan anjing peliharaannya. Hingga ia selalu merawat anjingnya hingga tua, dan tutup usia. “Jadi bagi saya, merawat anjing itu pasti ada sisi emotional burden, dan perlu ada chemistry untuk bisa membawa pulang dan merawat seekor anjing.”

Chemistry itulah yang terjadi ketika Ade bertemu dengan Wolly. Selain karena Ade “lulus” sesi wawancara dengan Jonathan, ada sesuatu dari Wolly yang menarik rasa sayang Ade. “Wolly itu kado ulang tahun untuk saya, mungkin kami berdua memang berjodoh,” kata Ade.

Wolly, Golden Retriever yang diselamatkan dari lapo
Wolly, Golden Retriever yang diselamatkan dari lapo. 
Foto: Dok. pribadi Syzkia

Adaptasi Wolly dan Keluarga Baru

Kali pertama tinggal di rumah Ade, Wolly cuma boleh berada di halaman belakang. Alasannya, ayah dari Ade bukanlah dog person. Ade cerita kalau di hari-hari pertama, Wolly tidak terlihat kesulitan beradaptasi. Semua berjalan cukup baik.

Sampai suatu hari, saat hujan turun, Wolly mulai menunjukkan sisi lain dari dirinya. Dia ketakutan dan melakukan keributan di halaman belakang. Hingga banyak barang rusak dan tanah merah ada di mana-mana.

Selain saat hujan, Wolly terlihat cemas dan gelisah saat naik mobil. Begitu masuk mobil, kata Ade, Wolly langsung heboh. Wolly juga tidak suka ditinggal sendirian. “Kalau dia melihat rumah sepi, pasti langsung panik.”

Sikap cemas atau gelisah yang dialami Wolly ini biasa disebut anxiety. Umumnya, anjing-anjing yang pernah mengalami hal buruk cenderung mengalami anxiety. Seperti yang terjadi pada Kiko, anjing Golden Retriever yang sempat menghilang selama tiga tahun. 

Menghadapi kegelisahan Wolly, Ade sendiri melakukan beberapa pendekatan. Misalnya saja, Wolly tidak lagi tinggal di halaman belakang tapi pindah ke dalam rumah. Selain itu, meski tidak terlalu sering, ayah Ade juga mulai mengajak Wolly main.

“Bokap sering ada di rumah, jadi ada yang temenin Wolly,” kata Ade. “Dan sejak tinggal di dalam rumah, Wolly jadi lebih tenang, meski di luar lagi hujan.” Ade juga mengajak Wolly ngobrol, sebelum mereka pergi naik mobil. Dengan pendekatan ini, Wolly tidak lagi gelisah selama perjalanan.

Wolly, anjing ras Golden Retriever yang diadopsi
Wolly, anjing ras Golden Retriever yang diadopsi. Dok. Pribadi: Syzkia

Wolly dan Hal yang Disukainya

Tubuh kurus Wolly, di awal pertemuan dengan Ade, ternyata tidak berbanding lurus dengan nafsu makannya. Toh di rumah Ade, Wolly menunjukkan kalau dirinya sangat doyan makan. Apapun isi piring Ade, selalu dilirik Wolly. Makanan apa pun yang diberikan Ade hampir selalu dihabiskan oleh Wolly, termasuk buah-buahan seperti salak dan mangga. “Favorit Wolly, es krim. Tapi semangka, dia enggak doyan,” kata Ade.

Untuk mengisi waktu senggangnya, Wolly suka menjelajah di sekitar komplek, bertandang ke masjid, juga ke minimarket. Bahkan kata Ade, Wolly sudah hafal letak minimarket di dekat rumah Ade. Yang sering terjadi, Wolly akan memberikan tatapan memelas ke arah Ade, kalau mereka sedang melewati minimarket.

“Dia minta dijajanin,” kata Ade seraya tertawa. “Kalau memang lagi bawa uang, ya jajan. Kalau lagi enggak bawa, ya udah, dia memelas aja.”

Ade juga cerita kalau pernah ada satu hari ia mengajak Wolly jalan-jalan keliling kompleks dan bertemu anak kucing ras Anggora, berumur sekitar tiga bulan. Dengan santai, anak kucing itu mendatangi mereka dan menggesekkan kepalanya di kaki Wolly.

“Waktu itu, anak kucingnya enggak takut sama Wolly, jadilah saya dan Wolly bawa pulang si kucing, yang saya kasih nama Welly,” kata Ade. Tapi beberapa bulan terakhir Welly tinggal di rumah Sisi - pacar Ade - dan kalau Welly ketemu Wolly, keduanya benar-benar bersikap layaknya kucing dan anjing lagi. “Mereka musuhan gitu, mungkin karena jarang main bareng.”

Saat ini, Wolly sudah hampir satu tahun menetap di rumah Ade. Untuk Ade dan keluarganya, kehadiran Wolly membuat suasana di rumah lebih ramai dan seru. Sementara Wolly sendiri terlihat semakin nyaman tinggal di sana. “Wolly seneng banget nangkring di jendela dan liat-liat ke luar rumah,” kata Ade.

Tips Adopsi Anjing

  1. Pastikan semua anggota keluarga ingin memelihara anjing. Memiliki hewan peliharaan di rumah berarti paw friends mempunyai satu tanggung jawab baru. Begitu juga dengan memelihara anjing, kehadirannya dapat mempengaruhi banyak aspek di rumah dan keluarga paw friends. Mulai dari siapa yang akan memberikannya makan-minum, membersihkan kandangnya, mengajaknya jalan-jalan serta ke dokter, hingga soal finansial perlu paw friends pertimbangkan. Itu sebabnya, perlu dipastikan kalau semua anggota keluarga memang ingin memelihara anjing.
  2. Cari info mendetail tentang anjing adopsi. Mengadopsi anjing, terutama yang sudah berumur dan diselamatkan dari jalanan, bukan perkara mudah dan tantangannya tidak sama dengan memelihara anjing berusia muda dari pet shop. Anjing yang pernah hidup di jalan, biasanya memiliki suatu trauma yang kemudian membuatnya mengalami kecemasan atau anxiety. Itu sebabnya, paw friends perlu mencari banyak informasi seputar anjing adopsi. Perlu juga berbincang dengan parents lain yang memang mengadopsi anjing.
  3. Pertimbangkan mengadopsi anjing tua. Mengapa mengadopsi anjing tua? Bukannya anjing yang masih kecil lebih lucu, sehat, dan lincah, ya? Mungkin itu yang ada di pikiran paw friends. Tapi sesungguhnya, anjing tua tidak kalah lincah. Malah kebanyakan anjing berumur sudah memiliki keterampilan tersendiri, sehingga paw friends tidak terlalu susah melatihnya lagi. Kalaupun paw friends ingin mengajarkan trik baru ke anjing tua, mereka juga bisa, loh. Karena anjing tua cenderung lebih pintar dan fokus, ketimbang puppy. Di sisi lain, kebanyakan orang ingin mengadopsi anjing berusia muda, sementara tempat penampungan sudah terlalu penuh. Bila ini terus terjadi, kesempatan anjing tua untuk hidup jadi lebih kecil. Nah, dengan paw friends mengadopsi anjing tua, bisa jadi akan membantu menyelamatkan nyawanya.
  4. Siapkan peralatan khusus anjing. Sebelum membawa anjing adopsi pulang, paw friends perlu memastikan bila ada area khusus untuk dia. Mulai dari tempat anjing akan tidur, wadah makan dan minumnya, juga mainan untuk anjing.
  5. Sediakan makanan kesukaannya. Ketika akan mengadopsi, penting untuk menanyakan makanan kesukaan anjing. Dengan memberikan makanan favorit anjing, itu akan membantunya beradaptasi di rumah baru. Selang satu-dua minggu, paw friends bisa mencoba memperkenalkannya dengan menu makanan yang baru.
  6. Luangkan waktu untuk anjing. Saat adaptasi dengan tempat baru, tentu anjing perlu teman berbagi. Untuk itu, paw friends perlu meluangkan waktu buat dia. Ajak anjing bermain, ngobrol, atau sekadar bersantai berdua, akan membuat dia nyaman di rumah baru.
  7. Bawa anjing ke dokter hewan. Beberapa anjing adopsi, terutama yang diselamatkan dari jalanan, biasanya tidak memiliki track record kesehatan, seperti Wolly. Itu sebabnya penting mengajak mereka ke dokter hewan. “Dari pengecekan dokter hewan, saya baru tahu kalau Wolly pernah mengidap batu ginjal, yang bisa berefek ke prostatnya,” kata Ade. “Dari situ juga saya putuskan untuk minta dokter hewan mensteril Wolly.”

 

Profil Penulis
Cornila, ibu dari dua putri dan satu putra, yang juga sibuk sebagai parent dari dua kucing, dua kelinci, dua kura-kura brazil, dua hamster dan satu anaknya, dua ikan cupang, dua ikan mas, dan dua ikan manfish.
scroll to top