Ella Bean: Dari Anjing Malang, Jadi Anjing Paling Stylish di Instagram!

Ella Bean: Dari Anjing Malang, Jadi Anjing Paling Stylish di Instagram!

Posted on 12:58 - 06 Nov 2019
Silvya Winny Silvya Winny Writer, Pet Parents of 4 Dogs & Cosmetic Aficionado

Anjing kecil yang memilukan itu berada di kandang bersama sekelompok anjing lain di tempat penampungan kelas atas di Miami, Amerika Serikat. Usianya 6 bulan dan berat badannya kurang dari 2 kilogram.

Meski berukuran mungil, ia tak terlihat seperti anjing lucu menggemaskan. Anjing tersebut berasal dari peternakan anjing  komersial, atau biasa disebut dengan ‘pabrik’ anak anjing. Hilary Sloan, kebetulan ada di sana ketika menjalankan tugasnya sebagai seorang fotografer lepas untuk sebuah majalah lokal.

"Ketika melihatnya, saya tahu dia adalah anjing saya," kenang Sloan tentang anjing yang kemudian ia beri nama Ella Bean. "Telinganya terangkat ketika dia menatap saya."

Peristiwa tadi terjadi di tahun 2008. Ketika itu Sloan tidak tahu apapun mengenai penyelamatan hewan. Sebagai informasi saja, saat itu pocket puppies (anjing toy breed berukuran sangat kecil) lagi ngetren dan mulai dikembangbiakkan. Banyak toko hewan peliharaan di Miami kala itu menjual anjing tersebut lantaran permintaan cukup tinggi.

Anjing yang Sangat Sakit

Ella, seekor anjing campuran Yorkshire terrier / Malta, atau Morkie, kondisinya sangat memprihatinkan. Dia menderita parasit dan luka besar di belakang pantatnya. Gigi bayinya tidak tumbuh sempurna sehingga makanan yang ia konsumsi terjebak dan membusuk di dalamnya. Ella bahkan rencananya akan dimatikan dengan pemberian cairan mematikan (euthanasia) di peternakan tersebut.

Kondisi Ella yang memprihatinkan
Kondisi Ella yang memprihatinkan. Photo credit: Rover

Sloan, pada saat itu bukanlah seorang adopter yang terdaftar resmi. Niat besarnya untuk membebaskan Ella jelas akan menempuh banyak rintangan. "Saya memohon untuk mengadopsi dia, namun karena mereka melihat tujuan saya datang ke sana hanya untuk memotret anjing, mereka tidak menggubris saya," ujar Sloan. "Saya harus menunggu semalaman. Saya sampai memohon begini kepada mereka, 'Setidaknya jika dia akan mati biarlah saya yang tanggung biayanya."

Tak tenang, Sloan kembali keesokan paginya. Ia menunggu sampai tempat penampungan buka, lalu rela menunggu berjam-jam sampai ia mendapatkan dokumen untuk mengadopsi Ella. Kondisi Ella kala itu cukup kritis, apalagi ia bertubuh sangat mungil dan hipoglikemi, memiliki kadar gula di bawah normal.

Pada akhirnya, Sloan berhasil mendapatkan izin untuk mengadopsi Ella. "Ketika saya membawa Ella keluar dan meletakkannya di rumput, dia muntah dan terus muntah di mobil sepanjang perjalanan pulang," cerita Sloan. Ketika tiba di rumah, Ella buang air di mana-mana. "Tak lama setelah buang air, ia pergi menjauhi saya dan menuju pojokan lalu berposisi meringkuk menghadap tembok," kata Sloan.

Proses Pemulihan

Sloan membawa Ella ke dokter hewan di mana dia diberikan obat cacing serta antibiotik. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memulihkan kondisi fisik Ella lebih dulu hingga ketika pulih benar, tubuhnya dapat menerima anestesi dan menempuh proses untuk memperbaiki giginya. 
 
Berbulan-bulan berlalu, kemajuan yang dialami Ella terbilang lambat. Di saat yang sama perilakunya tidak juga membaik. Beberapa bulan pertama, ia sering mengalami mimpi buruk. "Dia seperti mimpi buruk dan saya tahu pasti bahwa ini bukan kondisi yang baik," kata Sloan lagi.

Selama dua tahun pertama, Ella tidak tertarik apalagi berinteraksi dengan Sloan. Dia akan berpelukan dengan Sloan hanya pada saat sedang kedinginan, bukan karena ia butuh atau meminta. "Dia tidak manis, tidak jahat, dia hanya baik-baik saja di sana," kata Sloan.

Pada tahun ketiga, Ella akhirnya mulai terbuka, bermain dan mengibas-ngibaskan ekornya, dan minta perhatian pada Sloan. "Saya ingat dia meminta usapan di perut dan hingga sekarang ini adalah hal favoritnya," kata Sloan. Suatu malam saat menonton televisi, Ella melompat ke tempat tidur dan meringkuk di atas Sloan. Tentu saja, ini adalah sebuah kemajuan besar. 

InstaDog!

Ella Bean berpose di New York City
Ella Bean berpose di New York City. Photo credit: Ella Bean the Dog

Di masa adaptasi itu, tepatnya saat Ella berumur 2 tahun, keduanya pindah ke New York. Awalnya, dia takut dengan kota besar namun akhirnya ia berhasil menyesuaikan diri dan bahkan menikmatinya. Ella suka sekali diajak jalan-jalan, bertemu orang bahkan ikut ke tempat kerja Sloan.  Keduanya benar-benar tak terpisahkan.

Sekitar empat tahun lalu, Sloan memperhatikan dampak yang dialami fashion blogger terhadap industri mode dan e-commerce. Dia berpikir sepertinya akan menarik bagi Ella dan anjingnya yang lain, Louis, untuk menjadi fashion blogger anjing. Sloan, yang bekerja di industri fashion dan saat ini menjabat sebagai Director Business Development di Shopstyle.com, mulai membuat akun Instagram untuk kedua anjingnya.

"Saya punya ide untuk menerapkan semua hal yang dilakukan fashion blogger ke anjing saya." Sloan awalnya mengira bahwa Louis yang akan menjadi bintangnya, namun lama-kelamaan Ella mulai mencuri panggung. Followers tertarik pada mata besarnya dan kepribadian Ella.

Ella (kiri) dan Louis (kanan) saat berpose depan kamera
Ella (kiri) dan Louis (kanan) saat berpose depan kamera. Photo credit: Ella Bean the Dog

Suatu hari Katie Sturino, seorang fashion publicist dan dog parents dari Toast, seekor anjing dari peternakan anjing komersial, meminta followers-nya di Instagram untuk mengirimkan cerita penyelamatan anjing. Katie berjanji untuk menampilkan cerita yang paling menarik di akunnya. Sloan pun segera mengirimkan cerita transformasi Ella.

"Beberapa minggu kemudian, ponsel saya mulai overload," kata Sloan. Ternyata,  Sturino mem-posting kisah Ella dan men-tag Sloan. Sejak itu ia pula akun IG Ella diserbu banyak followers. Perjalanan ketenaran pun dimulai.

Fashion Week Goes to the Dogs

Waktunya membawa Ella beraksi ke New York Fashion Week di mana Sloan mengerjakan sebuah acara. Dia sengaja menjahit busana "yang sedang tren" untuk Ella. Seorang perempuan pemilik celeb-dog di Instagram melihat pakaian Ella. "Dia berkata, ‘Saya mau dong salah satu dari jaket ini dan tolong dong buatkan saya satu ya’,'" cerita Sloan.

Ella di New York Fashion Week menuai perhatian
Ella di New York Fashion Week menuai perhatian. Ella Bean the Dog

Setelah membuat pakaian untuk anjing tersebut, perempuan itu mengambil foto anjingnya dan kemudian men-tag Sloan. Pada saat itulah akun Instagram Ella mulai dipenuhi followers baru lagi.  

BarkBox pun mem-posting tentang Ella, yang diikuti dengan postingan dari komunitas rescuer. "Kami berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat di New York, ketika ada banyak peluang," kenang Sloan. Di saat yang sama undangan untuk hadir ke beberapa acara pun mulai berdatangan.

Setahun berselang, video yang pernah ia buat bersama sebuah media, membuat Ella dan Sloan menjadi berita dan memenuhi satu halaman di harian New York Post.

Kala itu, karier Sloan sendiri mulai merambah naik. Jadwal perjalanan ke beberapa negara pun tak bisa dielakkan. Ia mulai memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun lebih banyak cerita tentang kehidupan Ella (yang kini telah menjadi fashion blogger anjing) dan membawanya ikut serta ke setiap perjalanannya.

Akun Instagram Ella mulai aktif. Ella mengenakan busana menggemaskan, sementara Sloan menciptakan benda-benda mini seukuran tubuh Ella, dari mulai laptop, shopping bag dan purse untuk memberikan atribut high-fashion di setiap postingan.

Ella dikelilingi replika fashion items buatan Sloan
Ella dikelilingi replika fashion items buatan Sloan. Photo credit: Ella Bean the Dog

Ya, dari anjing yang memprihatinkan, kini Ella berubah menjadi seorang ikon fashion. Ia mulai bersinar dan followers pun kembali berdatangan. Ella punya banyak penggemar di Instagram!

Kini Sloan tak hanya menggunakan akun @ellabeanthedog untuk memperlihatkan kehidupan Ella, tapi juga untuk menyelamatkan banyak anjing yang nasibnya kurang beruntung. Sloan kini ikut terlibat dalam program The Humane Society of the United States (HSUS)  sebuah kelompok yang terdiri atas pemimpin-pemimpin muda yang berkomitmen untuk melakukan aksi manusiawi.

Nah, dengan banyaknya anjing di luar sana yang pasti menanti kasih sayang, mungkin saja paw friends berminat untuk mengadopsi dan menjadi pawrents untuk mereka. Pilihan Sloan jelas memberi contoh yang baik dan patut ditiru!

Sloan dan Ella Bean.
Sloan dan Ella Bean. Photo credit: Rover

Main photo credit: Ella Bean the Dog 

Profil Penulis

Selain ngomongin kosmetik, olahraga, wanita ini sukaaaa sekali kopi susu. Bicara soal anjing, dia adalah dog parents yang bakal mellow kalau ngomongin soal anjing pertamanya, Lilo, disusul Bento, Chelsea, dan Zippo.

scroll to top