Arthur, Anjing Liar yang Setia Mengikuti Atlet Hingga 700 ribu Kilometer

Arthur, Anjing Liar yang Setia Mengikuti Atlet Hingga 700 ribu Kilometer

Posted on 15:42 - 17 Jun 2019
Andhini Puteri Lestari Andhini Puteri Lestari Content Expert & Dog Lover

Bermula dari satu baso sapi yang diberikan Mikael Lindlord, Kapten Peak Performance, perwakilan Swedia, seekor anjing liar bernama Arthur setia mengikuti perjalanan para atlet ini hingga ratusan ribu kilometer. Ia tetap setia sampai race berakhir, meski kondisi tubuhnya benar-benar sangat memprihatinkan.

Peristiwa ini terjadi di tahun 2014, ketika para atlet lari ini sedang dalam perjuangan menembus race  Adventure Racing World Championships sepanjang hampir 700 ribu kilometer yang dimulai di Brazil. Di hari ke-4, mereka pun makan siang di tengah-tengah hutan bakau. Tentu saja ada banyak binatang yang melintas, termasuk seekor anjing liar yang akhirnya dinamai Arthur oleh tim ini.

Arthur mengamati mereka makan dengan tatapan kelaparan (tubuhnya tampak seperti kurang gizi, mungkin karena bertahan di hutan sekian lamanya). Namun meski makanan yang mereka bawa terbatas. Kapten tim; Mikael Lindlord menawari Arthur sepotong baso sapi, dan Arthur menyambutnya.

Mikael membagi makanannya untuk Arthur sepanjang perjalanan.
Mikael membagi makanannya untuk Arthur sepanjang perjalanan. Foto: Krister Göransson

Sejak pertemuan pertama, Mikael yang berjumpa dengan banyak anjing liar di Ekuador melihat Arthur berbeda dengan anjing lainnya. Meski secara penampilan, Arthur terlihat kotor dan penuh luka dan darah kering di sekujur tubuhnya, anjing ini tenang sekali.  

“Semua bermula sejak saya memberikan sepotong baso untuknya sesaat sebelum kita menghadapi jalur trekking yang panjang. Saat kami berangkat bersama tim lainnya, saya tidak sadar bahwa Arthur mengikuti kami sampai tim kami berpencar dari tim lainnya, dan ia masih saja di situ. Pada suatu waktu, kami beristirahat dan kondisi anjing ini sangat memprihatinkan. Kami membuka dua kaleng makanan dan membiarkannya makan, karena kami tidak bisa mencari makanan lain di hutan,” ujar Mikael.

Arthur melawan dinginnya sungai

Sungguh, perjuangan Arthur dan kesetiaannya terhadap tim ini bisa membuat paw friends menarik napas sesaat. Suatu ketika, perjalanan melewati Sungai Cojimies, dan tim harus menggunakan kayak untuk menyeberang sungai tersebut selama 14 jam. Karena melihat kondisi Arthur yang tidak memungkinkan untuk menyeberangi sungai, dengan berat hati mereka meninggalkan Arthur di tepi sungai. Yang terjadi setelahnya, sungguh mengharukan…

Arthur berenang di samping kayak, melawan dinginnya sungai di tengah kondisinya yang penuh luka.
Arthur berenang di samping kayak, melawan dinginnya sungai di tengah kondisinya yang penuh luka.
Foto: Krister Göransson

Arthur melompat ke dalam air dan mulai mengayuh dengan keempat kakinya yang kurus, tak ingin ditinggalkan kawanannya. Air sungai sangat dingin, bahkan hampir beku, dan tim ini pun menarik Arthur naik ke kayak.

“Kami bisa mendengar banyak yang menyemangati ketika kami mulai menjauh dari tepian sungai, dan kami harus mencari teknik mendayung lain agar Arthur tak terlempar ke luar kayak. Beberapa kali ia melompat ke air dan berenang, lalu merayap lagi ke dalam kayak karena kedinginan. Kami pun memakaikan jaket kami padanya agar ia tak kedinginan. Ketika kayak mulai mendekati daratan, Arthur melompat ke tepian dan kami kira itu adalah terakhir kali kami akan melihatnya, namun ia kembali ke sungai dan menghampiri kayak kami,” ujar Mikael.

Arthur yang beratnya hampir 30kg ini membuat kayak berjalan lebih lambat, namun tim tetap mempertahankan Arthur. Meski Arthur terlihat kesusahan saat berenang, ia seperti mengerahkan seluruh tenaganya untuk bisa bertahan bersama tim.

Arthur ikut berjuang bersama tim Peak Performance, melewati lumpur dan medan berat lainnya.
Arthur ikut berjuang bersama tim Peak Performance, melewati lumpur dan medan berat lainnya.
Foto: Krister Göransson

 

Tetap bersama sampai garis finish

Sampai hari ke-6, Arthur tetap bersama tim ini sampai di titik finish. Tim Peak Performance menempati posisi ke- 12 dari 54 tim yang ikut dalam kompetisi ini.

Arthur bersama tim Peak Performance.
Arthur bersama tim Peak Performance.
Foto: Krister Göransson

Kompetisi ini pun berakhir namun perjalanan Arthur justru baru dimulai. Ia menemukan rumahnya. Arthur dibawa pulang oleh Mikael. Ya, setelah melewati garis finish, Mikael menyadari ia tidak bisa meninggalkan Arthur. Akan tetapi, menerbangkan anjing ini dari Ekuador ke Swedia bukan perkara mudah. Kedua pemerintah masing-masing negara ikut terlibat, apalagi cerita kesetiaan Arthur ini sudah menyebar di penjuru Eropa.

“Arthur mempunyai luka besar di punggungnya, seperti habis dipukuli atau yang lainnya. Jika Arthur menetap di Ekuador, barangkali ia sudah mati sekarang,” ujar Eva Molin, veterinarian yang menangani Arthur seperti dikutip dari ESPN.

Arthur menemukan “rumahnya”

Perjuangan Arthur untuk tetap bersama tim sampai garis finish telah selesai, kini giliran Mikael yang berjuang untuk Arthur. Mikael menyadari bahwa Arthur butuh perawatan lebih untuk gigi dan luka besar di punggungnya. Maka setelah satu hari memikirkan masak-masak, Mikael membuat penggalangan dana untuk mengobati dan membawa Arthur ke Swedia. Ia dan anggota timnya membuka akun Paypal dan menggalang kampanye via Twitter untuk mengumpulkan dana.

Arthur harus dikarantina selama empat bulan di Stockholm, hingga lukanya sembuh maksimal. Bulu-bulu di tubuhnya semakin tebal dan warnanya yang emas semakin berkilau. Melihatnya tumbuh sehat, Mikael jadi bisa memperkirakan usianya, mungkin sekitar 6 atau 7 tahun. Arthur juga mulai menggonggong (selama di Ekuador, ia tidak pernah menggonggong). Setelah karantina berakhir, ia menjalani operasi gigi.

Arthur menjalani rangkaian treatment untuk membuatnya sehat.
Arthur menjalani rangkaian treatment untuk membuatnya sehat.
Foto: Dok. telegraph.co.uk

Akhirnya, pada sebuah musim semi di tahun 2015, tepatnya pada 20 Maret, Mikael, Helena, dan putri mereka; Phillipa, menjemput Arthur untuk pulang ke rumah Mikael di Örnsköldsvik, Swedia.  “Ia adalah bagian keluarga kami. Sulit rasanya mengungkapkan ikatan yang kami punya, tapi ada sesuatu yang istimewa,” ujar Helena Lindnord, istri Mikael.

Kini Arthur menjalani hidup normal sebagaimana anjing-anjing Swedia lainnya. Setiap hari ia berlari mengelilingi danau dan hutan dekat rumah, dan menyantap makanan sehari-hari. Ia pun menjadi terkenal berkat banyaknya media yang meliput “kesetiaan dan keberaniannya”.

Arthur di tengah keluarganya di Swedia, bersama Mikael dan Phillipa.
Arthur di tengah keluarganya di Swedia, bersama Mikael dan Phillipa.
Foto: Krister Göransson

Arthur adalah anjing pertama yang dimiliki Mikael sepanjang hidupnya. “Ini adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan. Ia tidak akan pernah bisa bertahan sendirian,” ujar Mikael. Siapa sangka sepotong baso di hari itu mengubah hidup Arthur untuk selamanya. Ia kini menemukan keluarga, tak lagi sendirian di hutan yang sepi. “Sepanjang 20 tahun karier saya dalam racing, akhirnya menuntun saya pada Arthur, dan saya sangat bersyukur karenanya,” ujar Mikael.

Profil Penulis
Andhini adalah Content Expert dan dog parents untuk Cola, Whiskey, & Benji. Selain sangat cinta pada dunia teater dan snacks, ia sangat suka pada binatang (semua binatang) selain musuh terbesarnya: kecoak!
scroll to top