3 Kisah Anjing Paling Setia di Seluruh Dunia

3 Kisah Anjing Paling Setia di Seluruh Dunia

Posted on 00:07 - 02 Sep 2018
paw Indonesia paw Indonesia pawesome

“I woof you till death do us part”. Jika si kaki empat berhidung basah bisa berbicara, mungkin kalimat ini yang akan disampaikannya pada paw friends. Anjing adalah salah satu hewan yang paling setia, mereka bisa mengingat dengan jelas siapa saja yang pernah berjasa padanya, dan loyalitasnya tak diragukan lagi


Kisah Hachiko yang setia menunggu sang master keluar dari Stasiun Shibuya selama 9 tahun lamanya mungkin sudah cukup membuat paw friends terhanyut. Selain Hachiko, masih ada banyak kisah anjing paling setia di belahan dunia lain. Dan inilah kisah mereka yang termanis dan paling setia:

 

1. Fido

Fido anjing setia yang diabadikan

Serupa dengan kisah Hachiko, di sebuah halte bis di Italia, Fido juga menunggu kedatangan Carlo Soriani, sang pemilik, selama 14 tahun namun Carlo tak kunjung datang. Nama Fido memang sangat terkenal, namun bukan karena Abraham Lincoln menamai anjingnya dengan nama Fido, namun nama ini sempat sangat populer di Roma, jauh sebelum era Lincoln, artinya “I trust” dalam bahasa Latin.

Sesuai namanya, Fido, anjing mixed breed yang sehari-hari tinggal di jalan ini tak diragukan lagi kesetiaannya. Ia tak melupakan jasa Carlo, seorang pekerja yang menolong Fido dari sebuah kecelakaan dan merawatnya di rumah sampai Fido sembuh. Fido mengikuti Carlo ke mana pun, sampai mengantar Carlo ke halte bis setiap pagi dan menunggu Carlo pulang di halte yang sama tiap malam.

Suatu hari di tahun 1941, pabrik tempat Carlo bekerja dibom dan Carlo wafat. Hari itu, seperti biasa, Fido menunggu sahabatnya pulang di halte biasa, namun Carlo tak pernah muncul lagi. Di hari-hari awal, Fido juga mengecek Carlo di rumah namun tetap tidak menemukan tuan kesayangannya, akhirnya ia setia menunggu di halte itu lagi, dan terus menunggu sampai malam hingga sehari, sebulan, setahun, hingga 14 tahun lamanya.

Lama-kelamaan, kisah ini pun menjadi terkenal, surat kabar menulis artikel tentang Fido dan di tahun 1957, sebuah patung keramik pun dibangun di area dekat halte tersebut dan diperbarui menjadi patung perunggu yang dibuat oleh Salvatore Cipolla.

 

2. Ciccio

Anjing setia Ciccio atau Tommy di Gereja Santa Maria Assunta

Pernah melihat sosok German Shepherd berusia 12 tahun yang duduk manis di depan altar gereja setiap Misa? Di akhir tahun 2012, Ciccio, sering juga dipanggil Tommy, kerap duduk di depan altar Gereja Santa Maria Assunta di desa San Donaci, sebelah selatan Puglia dan mengikuti Misa dengan tenang sampai selesai.

Setiap kali lonceng gereja berbunyi, ia akan berlari ke dalam seolah tak mau ketinggalan misa. Kebiasaannya ini bermula sejak sang pemilik, Maria Margherita Lochi  wafat dan Ciccio menghadiri pemakamannya, mengikuti peti Maria sampai ke gereja, dan sejak itu, ia datang ke gereja ini setiap hari. Semasa Maria masih hidup, Ciccio kerap menemani Maria setiap kali misa di gereja yang sama, dan biasanya ia duduk di kaki Maria dengan tenang, bahkan tidak pernah menggonggong saat Misa berlangsung.

Jemaat yang datang ke gereja menyadari hal ini dan merawat Ciccio layaknya hewan peliharaan mereka, mereka memberikannya makanan, dan kerap mengunjunginya saat tidur di luar gereja. Pastur setempat, Donato Panna membolehkan Ciccio duduk di depan altar sepanjang misa, pembaptisan, dan acara lainnya. Ciccio akhirnya dirawat oleh anak laki-laki Maria. Sayangnya, Ciccio wafat karena serangan jantung di tahun 2013, dokter hewan setempat mengatakan bahwa kematiannya ini selain karena usia, wafatnya ini secara psikologi akibat rasa kehilangan yang amat sangat.

 

3. Capitan

Anjing Capitan setia menunggu tuannya yang sudah meninggal di makam

Ay, Capitan! Kisah satu ini juga sulit membuat paw friends tak menahan napas. Miguel Guzman membeli German Shepherd hitam bernama Capitan, berusia 4 tahun kala itu, sebagai hadiah ulang tahun untuk anaknya, Damian. Miguel wafat di tahun 2006, di daerah Villa Carlos Paz, dekat Cordoba, Argentina.

Sejak Miguel wafat, Capitan menghilang dan keluarga mengira ia sudah menemukan rumah lain. Namun beberapa bulan setelahnya, saat anggota keluarga mengunjungi makan Miguel di tahun 2007, Capitan duduk di sebelah makam tersebut, padahal makam tersebut letaknya sangatlah jauh dari rumah keluarga Miguel.

Damian sangat terkejut karena mereka tidak pernah membawa Capitan ke makam Miguel namun ia mencarinya sendiri. Suatu hari, Capitan pernah ikut pulang ke rumah Miguel dan bermain bersama Damian dan keluarga di sana, namun ia pulang sebelum gelap, kembali ke sisi Miguel di makam. Menurut penjaga makam, sehari-hari, ia biasanya bermain-main di sekitar area pemakaman, namun setiap tepat jam 6 sore, ia akan berbaring di atas makam Miguel dan menjaganya sepanjang malam, selama 11 tahun lamanya. Capitan setia menemani Miguel di makamnya sampai ajal menjemputnya di bulan Februari tahun ini.

scroll to top