Maru, Anjing Ras Shiba-Inu yang Ramah Senyum

Maru, Anjing Ras Shiba-Inu yang Ramah Senyum

Posted on 14:24 - 01 Feb 2019
paw Indonesia paw Indonesia pawesome

Marutaro alias Maru lahir pada 20 Oktober 2007. Memiliki bulu cokelat muda dengan warna putih di bagian dada, Maru merupakan anjing berjenis Shiba-inu. Anjing Shiba-inu mirip dengan anjing ras Shiba, namun memiliki tubuh lebih besar. Bobot badan Maru sendiri sekitar 18 kilogram, 10 kilogram lebih berat ketimbang anjing Shiba pada umumnya.

“Awalnya, aku tinggal di sebuah pet shop di Jepang,” cerita Maru di situs metropolisjapan.com. “Namun pada satu malam Natal, Shinjiro Ono datang dan mengadopsiku.”

Masih dilansir dari metropolisjapan.com, sebetulnya Ono dan istrinya sudah datang seminggu sebelumnya. Namun keduanya belum sepakat apakah harus memiliki anjing atau tidak. Ketika mereka kembali datang ke toko hewan itu, tinggal Maru sendiri yang ada di sana. “Hanya aku yang tersisa, anjing lainnya sudah diadopsi,” cerita Maru.

Dalam bahasa Jepang, Maru berarti lingkaran, tanpa sudut atau tanpa gangguan. Atau dalam artian lain adalah berarti kemurnian, kebahagiaan, dan juga tumpukan lemak. Kata Maru, Ono memang berharap ia tumbuh menjadi anjing yang bahagia dengan wajah bulat yang imut. “Nama itu memang sesuai dengan wajah saya, bulat!” kata Maru.

Maru anjing Shiba-inu yang suka plesiran
Photo Credit: IG @marutaro

Maru yang berusia dua bulan pun pulang ke rumah pasangan Ono. Sejak saat itu, Ono selalu memfoto dan merekam aktivitas Maru, juga mem-posting-nya di Instagram @Marutaro. “Saat itu, @marutaro cuma punya beberapa followers,” kata Ono di situs The Star.

Empat tahun berselang, gempa bumi dan tsunami melanda Jepang bagian timur, tepatnya pada 11 Maret 2011. Melihat kondisi negaranya yang porak-poranda dan masyarakat yang berduka, Ono mencoba untuk memberikan semangat dengan mem-posting tiga foto Maru, setiap hari. Maru yang memiliki wajah bulat dan senyuman lebar ternyata memang bisa menghibur orang yang melihatnya.

“Dalam sebulan, followers @marutaro mencapai lebih dari 5.000,” kata Ono. Kini pengikut akun IG-nya mencapai 2,5 juta. “Sekitar 90 persen followers berasal dari luar Jepang, dan 25 persen di antaranya berasal dari Amerika Serikat.”

Menurut Maru, banyak orang yang tertarik mengikuti akun Instagram-nya karena ia sering tersenyum. “Sebetulnya saya hanya menjalani kehidupan sehari-hari, sementara Pak Ono menyebarkannya di Instagram,” kata Maru. “Tapi saya memang sering tersenyum, mungkin orang-orang menyerap energi positif dari senyuman saya.”

Maru sedang tidur siang dengan mainannya
Photo Credit: IG @marutaro

Feed dalam akun IG @marutaro memang menggambarkan keseharian Maru, mulai dari kesukaannya mengendus bunga, berguling-guling di atas rumput, atau hanya bermalas-malasan. Lokasi fotonya pun beragam, ada yang di dalam rumah, tapi lebih banyak gambar saat Maru sedang beraktivitas di luar ruangan, seperti taman bunga, tepi sungai, pantai, pegunungan, tengah kota, juga di atas sepeda yang sedang dikayuh Ono.

maru naik sepeda dengan Shinjiro Ono
Photo Credit: IG @marutaro

Maru bercerita kalau ia dan Ono ingin menunjukkan Jepang kepada dunia. Mereka pun sering melakukan perjalanan ke banyak kota seperti ke Kagoshima di Pulau Kyushu, Tohoku di Jepang Utara, Shikoku di Jepang Barat, juga berencana pergi ke  Hokkaido.

Sayangnya, di Jepang tidak banyak pilihan hotel atau transportasi umum yang mengizinkan kehadiran hewan peliharaan. Itu sebabnya, Maru dan keluarga Ono memilih berkeliling Jepang dengan mengendarai mobil dan menginap di perkemahan. “Itu juga yang membuat kami tidak pernah jalan-jalan di musim dingin,” kata Maru.

Maru, anjing ras Shiba-inu yang doyan jalan-jalan
Photo Credit: IG @marutaro

Maru yang senang plesiran dan menebarkan senyuman lebarnya berhasil mengesankan pemerintah prefektur Mie dan menunjuknya sebagai duta pariwisata "Mie no Kuni Kanko Taishi" pada November 2015. Sementara Kadokawa Corp. menerbitkan tiga buku foto yang menampilkan aktivitas Maru, serta sudah diterjemahkan dan diterbitkan di Korea Selatan, Cina, juga di Taiwan.

Di bulan yang sama, sebuah museum yang didedikasikan untuk Maru juga dibuka di dekat stasiun kereta bawah tanah Nezu, di Tokyo. Museum bernama Galeri Marusan ini memamerkan foto, barang, dan buku foto Maru. “Hal pertama yang saya lakukan saat sampai di Bandara Narita adalah langsung datang ke Galeri Marusan,” kata Olivia Gare, turis asal Inggris Inggris yang juga follower IG @marutaro.

Buku foto perjalanan Maru
Photo Credit: YOMIURI SHIMBUN / THE JAPAN NEWS/YOMIURI

Selain menjadi duta pariwisata, Maru dan Ono juga sangat memperhatikan nasib hewan peliharaan, terutama anjing, di Jepang. Menurut mereka, kebanyakan penduduk Jepang memiliki hewan peliharaan dengan membelinya di toko hewan atau pet shop. Namun ketika si hewan sudah melewati usia tiga bulan, mereka ditelantarkan atau diserahkan ke tempat penampungan.

“Hampir dua juta anjing terbunuh setiap tahun, yaitu sekitar 80% dari mereka yang dibuang,” kata Maru di situs metropolisjapan.com. “Sangat menyedihkan bahwa di negara seindah Jepang, budaya memelihara hewan peliharaan sangat tertinggal.”

Melihat kondisi itu, Maru dan Ono berharap bisa menularkan pengetahuan ke orang-orang untuk bertanggung jawab dan berkomitmen dengan hewan peliharaannya. “Yang terpenting, coba cari calon hewan peliharaan di tempat penampungan terlebih dulu, ketimbang membelinya di pet shop, karena masih banyak anjing yang memerlukan tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

scroll to top