Kisah Cia Cat Dairy dan 2 Saudara British Shorthair, Koca dan Muffin

Kisah Cia Cat Dairy dan 2 Saudara British Shorthair, Koca dan Muffin

Posted on 12:22 - 08 May 2020
Cornila Desyana Cornila Desyana Penulis dan Penyuka Binatang

Di kalangan kucing ras, British Shorthair (BSH) termasuk jenis kucing yang mahal. Kenapa bisa begitu? Ternyata, British Shorthair dianggap sebagai ras kucing yang sudah cukup tua, dan sudah ada di ajang perkucingan sejak 2000 tahun lalu.

Konon, pasukan Roma di masa itu membawa kucing domestik dari Mesir ke Britania Raya, yang kemudian para kucing itu melakukan peranakan dengan kucing lokal di sana. Selain dikenal ramah, mereka juga penuh kasih sayang dengan pawrent-nya.

Nah, kali ini pawsquad berkesempatan wawancara dengan Cia, kucing British Shorthair yang aktif di akun Instagram @ciacatdiary. Bersama kedua adik BSH-nya, Muffin dan Koca, polah dan pose Cia di feed IG-nya terbukti membuat gemas followers-nya. Toh dalam tiga tahun saja, Instagram Cia sudah memiliki pengikut sekitar 23 ribu.

Yuk, simak obrolan paw Indonesia dengan Cia berikut ini…

 

Tanya (T): Halo Cia, bagaimana kabar kamu, Koca, dan Muffin?

Jawab (J): Halo juga. Kabar aku, Koca, dan Muffin baik. Semoga kabar pawsquad juga baik dan sehat selalu ya…

 

T: Terima kasih sudah menyempatkan waktu ngobrol bareng pawsquad. Untuk awalan, bisa tolong ceritain tentang awal mula Mami Faya adopsi Cia?

J: Jadi waktu itu tahun 2016, dan Mami memang niat mau memelihara kucing. Awalnya sih, Mami sama sekali tidak tahu masalah kucing ras. Mami baru tahu tentang kucing ras British Shorthair karena suka nonton videonya Prince Michael Aaron's Animals di YouTube. Baru setelah itu, Mami googling ternyata BSH termasuk kucing tercerdas dan gampang perawatannya, karena berbulu pendek, tidak mempunyai penyakit bawaan juga. 

Terlebih, Mami suka banget sama warna bulunya British Shorthair. Jadi akhirnya Mami langsung niat banget cari kucing BSH.

Cia, kucing British Shorthair yang punya akun IG @ciacatdiary
Cia, kucing British Shorthair yang punya akun IG @ciacatdiary
photo credit: Instagram @ciacatdiary

 

T: Sebagai kucing British Shorthair, apakah Cia datang dari negeri seberang?

J: Sebenarnya yang benar-benar dari luar negeri adalah Koca, yakni dari Moskow, Rusia. Orang tua Cia dan Muffin memang dari luar negeri, tapi kami lahir di Jakarta.

 

T: Lalu bagaimana cerita Cia bisa diadopsi oleh Mami Faya?

Dulu, awal tahun 2016, masih sangat jarang orang Indonesia yang punya kucing BSH. Tapi karena Mami sudah niat banget untuk adopsi BSH, jadi Mami cari informasi seputar peranakan British Shorthair di komunitas-komunitas kucing. 

Dari mulut ke mulut, akhirnya Mami dapat satu nama bapak pemilik kucing BSH yang impor dari Kanada. Mami langsung hubungi sang bapak, dan beruntung….ibu Cia sedang mengandung Cia. 

Sekitar satu bulan kemudian, Mami kembali menghubungi sang bapak, dan ternyata Cia sudah lahir. Waktu itu, Cia delapan saudara. Tapi saudara Cia yang berbulu blue, yang populer di kalangan kucing BSH, sudah dipesan adopter lainnya. Jadilah Mami mengadopsi Cia, yang berwarna lilac.

Cia bertemu Mami waktu umur 3 bulan, waktu itu tahun 2016. Muffin datang tahun 2017, usianya saat itu juga 3 bulan. Sementara Koca resmi jadi saudara Cia di tahun 2018, waktu umurnya 5 bulan.

 

T: Bagaimana cerita Koca datang dari Moskow ke Jakarta?

J: Setelah mengadopsi Cia dengan warna bulu lilac, lalu Muffin dengan warna bulu blue, Mami Faya jadi berpikir untuk menambah Golden British Shorthair. Tapi lagi-lagi susah banget cari Golden BSH. Akhirnya Mami beranikan diri untuk mengadopsi dari luar negeri dan mulai mencari di Instagram breeder BSH di Rusia. Mulai dari mengumpulkan testimoni, video call dengan breeder, dan mengecek apakah memang breeder tersebut terdaftar sebagai breeder internasional. Banyak proses yang Mami lewati, karena takut ditipu.

Koca, adik Cia, sedang menyamar sebagai permen kucing British Shorthair
Koca, adik Cia, sedang menyamar sebagai permen kucing British Shorthair
Photo credit: Instagram @ciacatdiary

 

T: Lalu bagaimana proses Koca bisa sampai Jakarta?

J: Jadi prosesnya, pertama breeder menyiapkan kelengkapan surat-surat Koca, melingkupi surat sehat, keterangan vaksin lengkap, sertifikat kucing, dan tiket penerbangan. Kedua, kurir akan mengantar Koca dari rumah Koca di Moskow sampai ke Bandar Udara Domodedovo Moskow. Ketiga, Koca terbang dari Moskow ke Jakarta dengan pesawat kargo.

Selanjutnya, Koca melewati proses handling di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Lalu sempat menjalani karantina di bandara selama tiga hari saja, karena tes kesehatannya bagus. Terakhir, Mami jemput Koca di tempat karantina.

 

T: Bagaimana dengan biaya adopsi Koca?

J: Sebenarnya biaya adopsi Koca biasa saja, seperti umumnya peranakan kucing BSH. Yang membuatnya rumit dan berbelit-belit adalah proses karantina dan bea cukai di Indonesia. Pemerintah Indonesia mewajibkan pengurusan bea cukai dan karantina hewan dari luar negeri, yang dikirim menggunakan pesawat kargo, hanya dapat dilakukan oleh perusahaan berbadan hukum, tidak dapat dilakukan oleh individu. Nah, biasanya agent perusahaan ini menge-charge dengan biaya yang mahal.

Cia, Muffin, dan Koca latihan barongsai untuk menyambut Tahun Baru Cina
Cia, Muffin, dan Koca latihan barongsai untuk menyambut Tahun Baru Cina
Photo credit: Instagram @ciacatdiary

 

T: Bagaimana adaptasi Cia, Muffin, dan Koca di rumah? Terutama untuk Koca yang notabene berasal dari negara empat musim.

J: Kalau soal musim, sebetulnya mereka tidak begitu berpengaruh karena suhu indoor relatif sama. Tapi sehari-hari, mereka memang lebih suka ruangan ber-AC.

Yang jadi masalah adalah penyesuaian makan untuk Koca. Awal tinggal serumah dengan Cia, Koca hanya mau makan raw food seperti daging sapi dan liver sapi mentah. Mami perlu waktu berbulan-bulan untuk bantu adaptasi Koca soal makanan ini, sampai harus beli berbagai merk dry food kucing.

Sampai akhirnya ada salah satu merk dry food yang Koca mau makan. Itu juga pertama-tama harus disuapin dulu sama Mami. Kalau sekarang, Koca sudah makan dry food merk apa saja kok.

 

T: Di rumah, Cia suka berantem dengan saudara-saudara enggak? Kalau iya, bagaimana cara kalian main bareng lagi?

Jujur nih, di rumah Cia dan Muffin sangat akur dan saling menyayangi. Sampai Mami heran, soalnya kita berdua sama sekali enggak pernah berantem, selalu manis gitu…

Tapi setelah kedatangan Koca di tahun 2018, kondisi rumah jadi berubah. Cia sih netral, bisa menerima kehadiran Koca, tapi berbeda dengan Muffin. Setiap Muffin dan Koca bertemu, mereka selalu berantem, mungkin karena sama-sama cowok. 

Nah, kalau sudah begini, Cia jadi ikut-ikutan belain Muffin deh. Ujung-ujungnya, malah Cia yang berantem sama Koca hehe…

Biar kami akur, akhirnya Mami mengajak Muffin ke dokter hewan buat disteril. Setelah itu, Muffin jadi manis. Dia tidak agresif lagi dan mau main sama Koca.

 

T: Kalau dilihat, sepertinya Cia, Muffin, dan Koca cukup aktif di Instagram, ya… Bisa cerita awal mula Cia main Instagram?

J: Iyaaa…

Sebetulnya tuh, selain di Instagram @ciacatdiary, seminggu sekali kami juga muncul di YouTube Cia Cat Diary, biasanya di hari Kamis.

Awalnya, Mami bikin Instagram Cia karena pengen upload foto-foto lucu Cia, iseng aja. Tapi makin lama, kok yang respon banyak anak-anak kecil. Nah, jadilah Mami minta Cia untuk jadi sahabat kucing yang bisa diajak bicara oleh teman-teman di Instagram. 

Karena Cia anaknya ramah dan pengen punya banyak teman, jadilah setuju sama ide Mami. Karena itu juga, Cia selalu menjawab semua chat teman-teman di Instagram... 

Kalau YouTube, Cia mulai bikin karena permintaan followers Cia di IG. Awalnya cuma berisi vlog Cia, tapi karena adik-adik Cia juga punya banyak fans, mereka pun minta supaya Koca dan Muffin bikin acara sendiri di Youtube. Lalu munculah Koki Koca dan Muffin's Art, yang memang disesuaikan dengan keseharian dan hobi mereka. 

Koca itu suka banget nungguin Mami masak, cium-cium aroma masakan. Makanya Mami bikin acara masak-masak bareng Koca, yang resepnya simpel dan bisa dibikin anak-anak di rumah. 

Lalu Muffin si Anak Pemberani, dia tuh eksploratif, suka jalan-jalan, enggak penakut kalau sama orang baru, dan pengen coba apa aja. Nah, di sini Mami berpikir keras. Kira-kira, acara apa yang bisa menampilkan berbagai macam kegiatan, tanpa harus melakukannya. Nah, muncullah ide untuk membuat acara menggambar. Dengan menggambar, Muffin bisa bercerita berbagai petualangan seru ke teman-teman kecilnya.

Muffin, si kucing British Shorthair yang suka bertualang
Muffin, si kucing British Shorthair yang suka bertualang
Photo credit: Instagram @ciacatdiary

 

T: Untuk konten di IG dan Youtube, sepertinya Cia dan adik-adik cukup rajin posting ya… Bagaimana cara Cia kelola konten IG dan Youtube-nya? Apa Cia mempersiapkan content plan setiap bulan, atau spontan?

Untuk konten di media sosial, sekitar 70% sudah Cia rencanakan. Content planning-nya sendiri hanya untuk menetapkan komunikasi besarnya saja, sementara posting-an yang memang sudah terjadwal. Misalnya untuk video Koki Koca, satu bulan sebelum proses shooting, Mami sudah menentukan resep masakan yang akan dibuat Koca.

Nah, sisa 30%-nya lagi dilakukan secara spontan. Kenapa? Karena dari kelakuan spontan Cia dan adik-adik, banyak hal lucu yang bisa di-share ke teman-teman Cia, dan ternyata banyak mendapatkan engagement.

Misalnya waktu itu kejadian: robeknya celana Mami. Itu Cia beneran lagi ngajak main Mami dan tanpa sengaja tarik celananya. Eh…. robek deh. Hal-hal seperti itu sangat sulit direncanakan. Jadinya Mami harus cepat menangkap momen. Dan dengan kekuatan kamera HP, tingkah polah Cia dan adik-adik jadi bisa diabadikan…

Cia saat sesi pemotretan di sebuah studio foto di Serpong
Cia saat sesi pemotretan di sebuah studio foto di Serpong
Photo credit: YouTube Cia Cat Diary

 

T. Umumnya nih Cia, memotret kucing itu kan susah ya… Lalu bagaimana Cia, Koca, dan Muffin mau berpose di depan kamera? 

J: Nah, buat urusan yang ini, Mami punya beberapa trik. Pertama, mainan. Ini selalu dipakai sama Mami untuk mengambil perhatian Cia. Jadi misalnya Mami taruh kerincingan di dekat kamera, jadi gampang untuk mengarahkan pandangan Cia ke arah kamera. Selain itu, perhatian Cia juga bisa fokus kalau melihat cahaya laser. 

Kedua, makanan. Hahaha...perut memang enggak bisa dibohongi ya…

Seperti kebanyakan kucing, Cia dan adik-adik akan lebih tenang, kalem, dan mudah diarahkan oleh Mami kalau kita udah makan dan kenyang hehehe… Karena alasan ini, Mami selalu kasih hadiah ke Cia berupa makanan lezat setelah selesai sesi photoshoot atau shooting video, seperti tuna kaleng yang lezat itu.... 

Oya, Mami juga suka sedia catnip saat mau bikin konten. Cia suka sekali wangi catnip.

 

T: Wah, sepertinya Cia, Muffin, dan Koca sering makan enak ya… Lalu bagaimana Cia menjaga bobot tubuh, biar tidak overweight? 

J: Hmm..meski Mami suka kasih cemilan enak setelah photoshoot, tapi porsinya tetap dijaga, enggak boleh kebanyakan. Sementara untuk makan besar, Mami hanya kasih dua kali dalam sehari. 

Selain itu, Mami sering ajak Cia serta adik-adik main dan olahraga. Biasanya Mami akan ajak naik turun tangga dan lari-larian di rumah. Biar Cia semangat, Mami keluarin deh “senjata” rahasianya, si sinar laser.

 

T: Selama tinggal dengan Mami, Cia, Koca, atau Muffin pernah sakit enggak?

J: Sakit Cia paling parah itu adalah gatal di leher sampai kulit Cia bernanah. Waktu itu, Mami langsung bawa Cia ketemu dokter hewan, lalu Cia dikasih obat dan Mami dikasih tips perawatan supaya luka Cia cepat sembuh.

Selain itu, belum pernah ada yang sakit aneh-aneh. Pun kalau ada yang sakit, Mami akan langsung karantina dan pisahkan dari kucing sehat lainnya, sampai sembuh, agar tidak menular ke saudara yang lain.

Koca, kucing British Shorthair, pakai masker biar terlindungi dari virus COVID-19
Koca, kucing British Shorthair, pakai masker biar terlindungi dari virus COVID-19
Photo credit: Instagram @ciacatdiary

 

T: Di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang, ada perubahan pola hidup kah?

J: Karena tinggal bareng Mami, gaya hidup Cia dan adik-adik jadi mirip dengan kegiatan Mami. Misalnya saat pandemi ini, Mami lebih menjaga kebersihan, begitu juga dengan kebersihan Cia dan adik-adik. 

Misalnya untuk menjaga kehigienisan rumah, Mami sering semprot ruangan dengan desinfektan. Tempat tempat bobok Cia dan adik-adik, kandang, juga tempat bermain kami sering dibersihkan. Begitu juga dengan semua ruangan dan lantai di rumah.

Kalau Mami berjemur di pagi hari, Cia dan adik-adik juga ikut berjemur. Mami konsumsi vitamin, kami juga minum vitamin. Sementara makanan mentah, Mami stop dulu. Dan mangkuk air minum selalu penuh agar Cia dan adik-adik banyak minum air putih.

Mami juga sering cuci tangan sebelum dan sesudah bermain dengan Cia dan adik-adik. Sementara semua acara jalan-jalan ke luar rumah ditunda sama Mami. Kata Mami, stay at home....

 

T: Dari pemberitaan akhir-akhir ini, beberapa kucing di dunia diduga terinfeksi COVID-19. Bagaimana kamu menyikapi pemberitaan itu? 

Mami tuh cukup khawatir, malah sempat berpikir bagaimana jika suatu hari Mami menularkan COVID-19 ke Cia dan adik-adik...

Tapi sebenarnya sudah sebulan lebih kami sekeluarga menjalani karantina mandiri di rumah. Kami sudah tidak pernah kontak dengan orang luar. Sementara untuk kebutuhan dengan dokter hewan, kemarin dokternya yang datang ke rumah.

 

T: Bisa kasih pesan untuk paw friends yang ingin mengadopsi hewan dari luar negeri?

J: Buat paw friends yang ingin adopsi kucing dari luar negeri seperti Koca, perlu pilih breeder di negara asal dan agen di Indonesia yang terpercaya. Bisa dengan menyelidiki track record mereka sebelumnya. 

Setelah masa karantina di bandara, teman-teman kucing juga harus menjalani masa karantina di rumah, sekitar tiga hari, sebelum bertemu hewan peliharaan yang lain.

 

T: Untuk paw friends yang merawat anabul di masa pandemi seperti sekarang, Cia ada pesan kah?

Buat paw parents, tentunya jangan terlalu panik, di masa pandemi ini kita kan semua sedang berjuang. Cia dan teman-teman kucing bisa menemani paw friends menghilangkan kebosanan dan mengurangi stres di rumah.

Selain menjaga kesehatan diri, paw friends juga perlu menjaga kesehatan teman-teman kucing di rumah. Seleksi pemberitaan seputar pandemi COVID-19, jangan sampai terhasut kabar hoax, dan yang pasti langsung konsultasi dengan dokter hewan kalau ada sesuatu yang janggal dengan teman-teman kucing.

Yang pasti, #stayathome ya…

 

Photo credit main image: Instagram @ciacatdiary 

 

Profil Penulis

Cornila, ibu dari dua putri dan satu putra, yang juga sibuk sebagai parent dari dua kucing, dua kelinci, dua kura-kura brazil, dua hamster dan satu anaknya, dua ikan cupang, dua ikan mas, dan dua ikan manfish.

scroll to top