Cloud Computing, Solusi Bisnis Zaman Now? Bagaimana nasib On-Premise?

Cloud Computing, Solusi Bisnis Zaman Now? Bagaimana nasib On-Premise?

Posted on 11:42 - 28 Jan 2020
Yosua Leonardo Yosua Leonardo Mobile Front End Developer paw Indonesia

Beberapa hari lalu, saya membaca sebuah berita bahwa terjadi kebakaran di sebuah kantor akibat kesalahan teknis yang menyebabkan korsleting pada server. Hal ini menyebabkan data-data yang tersimpan di kantor tersebut hilang dan tidak dapat diselamatkan. Sebagai informasi tambahan, kantor ini masih menggunakan perangkat pusat data berbasis on-premise

Lantas apakah menggunakan on-premise adalah sebuah hal yang buruk? Apakah cloud merupakan sebuah solusi menggantikan on-premise?

Cloud dan on-premise adalah dua hal yang masih menjadi bahan perdebatan di dunia teknologi untuk mengetahui siapakah yang lebih baik dari dua sistem tersebut. 

Namun, sebelum kita membandingkan keduanya, ada baiknya kita mengenal perbedaan mendasar dari cloud dan on-premise

Sederhananya, on-premise dipasang secara lokal di dalam komputer dan server yang dimiliki oleh kantor. Sementara cloud dipasang pada server yang dimiliki oleh vendor dan menggunakan web browser untuk mengaksesnya. Dalam penjelasan yang sederhana ini, mungkin kelihatannya cloud jauh lebih canggih dibandingkan penggunaan on-premise. Benarkah? 

Berikut kami paparkan beberapa pertimbangan untuk dua sistem tersebut.

 

Perbedaan Cloud dan On-Premise dari Segi Infrastruktur

 Ketahui kebutuhan infrastruktur teknologi yang diperlukan untuk mengoptimalkan operasional bisnis
 Ketahui kebutuhan infrastruktur teknologi yang diperlukan untuk mengoptimalkan operasional bisnis
Photo credit: Field Engineer / Pexels 

Secara Infrastruktur, on-premise memerlukan server, komputer, operating system (OS), dan perangkat lainnya yang ditaruh di kantor. Pemasangan atau instalasi biasa dilakukan oleh tim IT yang bekerja di kantor tersebut. Merekalah yang nantinya akan bertanggung jawab juga untuk menjaga dan merawat seluruh perangkat tersebut.

Berbeda dengan cloud, semua penyimpanannya sudah dapat diakses melalui internet sehingga tidak memerlukan perangkat yang banyak seperti on-premise. Cukup membuka akunnya saja dan segala akses data langsung dapat ditelusuri melalui internet. Namun, karena penggunaannya melalui internet, tentu cloud bergantung pada koneksi internet perusahaan.

“Jika demikian,lebih enak pakai on-premise dong?”On-premise nyaman digunakan karena bisa diatur dengan bebas. Semua konfigurasi yang terdapat di on-premise mudah diatur dan diganti secara langsung oleh tim IT. Akan tetapi, akses on-premise hanya dapat dilakukan di kantor. Selain itu,implementasi server dan komputer juga memerlukan waktu yang cukup lama.

Hal tersebut tidak berlaku untuk cloud. Diakses melalui internet, implementasi dan konfigurasi cloud tentu menjadi lebih cepat. Terlebih lagi, Cloud tidak memakan banyak ruang di kantor karena tidak memerlukan perangkat sebanyak on-premise. Aksesnya pun dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja sehingga kita bisa cek data tanpa harus ke kantor.

 

Perbedaan Cloud dan On Premise dari Segi Security

Dalam on-premise, tim IT harus bertanggung jawab atas segala perangkatnya. Mereka harus menjaga dan merawat dengan sangat ketat supaya tidak terjadi kerusakan. Satu kesalahan saja dapat menyebabkan kehilangan banyak data perusahaan yang sangat penting. Maka itu, tidak sedikit orang akan merasa khawatir ketika menggunakan on-premise.

Dengan cloud, kita tidak perlu memikirkan perangkat rusak dan sebagainya karena sudah dijaga dengan sangat baik oleh vendor penyedia cloud. Kita juga tidak perlu melakukan pemeliharaan (maintenance) berkala. Hal tersebut juga sudah ditangani oleh vendor penyedia cloud. Dengan demikian, kita tidak perlu khawatir akan kejadian seperti kasus di awal artikel ini.

 

Perbedaan Cloud dan On Premise dari Segi Biaya

Pastikan Anda melakukan perhitungan yang cermat sebelum menentukan apakah akan menggunakan pusat data on premise atau cloud.
Pastikan Anda melakukan perhitungan yang cermat sebelum menentukan apakah akan menggunakan pusat data on premise atau cloud.
Photo Credit: Lucas / Pexels

Perbedaan yang mendasar antara Cloud dan on-premise adalah struktur biayanya. Biaya on-premise bergantung pada instalasi server pada komputer, lisensi perangkat lunak yang digunakan, kapasitas integrasi software, hardware dan infrastruktur TI. Jangan lupakan pula biaya listrik yang lebih besar serta biaya karyawan TI yang mendukung instalasi dan mengelola masalah yang mungkin muncul. Sementara biaya Cloud bergantung pada biaya langganan per bulan dan faktor lainnya seperti banyaknya traffic yang terjadi di dalam server.

Dengan demikian, cloud memangkas semua biaya di atas dan membuat bisnis lebih fleksibel dalam mengalokasikan dananya. Pun demikian dengan investasi awal, bisa ditekan dengan menerapkan sistem cloud. Biasanya pembiayaan cloud bisa dipilih sesuai dengan kapasitas yang diperlukan. Sehingga bisa berkembang seiring bertambahnya kebutuhan perusahaan.

Cloud menjadi lebih baik daripada on-premise karena mudah digunakan dan waktu implementasi dan konfigurasinya menjadi lebih cepat. Dengan menggunakan cloud, kita tidak perlu membuang waktu, mengeluarkan uang yang lebih banyak dan sumber daya perusahaan menjadi lebih optimal.

Lantas apakah on-premise sudah tidak digunakan kembali? On-premise masih digunakan jika data tersebut sangat sensitif untuk disimpan di server non-private. Pemerintah dan perusahaan perbankan masih menggunakan on-premise karena kita semua tahu bahwa data-data tersebut bersifat rahasia dan sensitif sehingga memerlukan tingkat kontrol yang lebih tinggi terhadap datanya.

 

Kesimpulan

Terkait adopsi penerapan cloud dan keamanan, menurut survei oleh McAfee (perusahaan cybersecurity perangkat-ke-cloud) pada akhir 2017, jumlah organisasi/perusahaan di berbagai negara yang menggunakan cloud meningkat menjadi 97% setelah mempertimbangkan manfaatnya.

paw Indonesia juga mengadopsi pemakaian cloud untuk meluncurkan sistem business management paw biz terdiri dari:

  • paw cash (POS/kasir dan database customer)
  • paw stock (manajemen stok dan jasa, serta database karyawan)
  • paw analytics (laporan keuangan dan kinerja bisnis)
  • paw lives (rekam medis online untuk veteriner)

Selain itu, sistem paw biz dapat menjawab kebutuhan Anda dalam menjalankan pet shop, pet clinic, pet salon atau pet hotel sehingga menjadi lebih simpel, mudah direplikasi saat ekspansi cabang, pencatatan data yang real time, investasi yang lebih efisien, sampai mobilitas tinggi untuk house call maupun delivery.

Jika Anda menjalankan pet business dan ingin mendigitalisasi organisasi atau perusahaan, cloud adalah langkah awal yang baik karena biaya, waktu yang diinvestasikan, serta risiko yang lebih kecil dibandingkan on-premise.

paw biz untuk sistem business management pet shop, pet clinic, pet hotel dan pet salon di Indonesia
paw biz untuk pet shop, pet clinic, pet hotel dan pet salon di Indonesia.
Image credit: paw Indonesia

 

 

Photo credit main image: Christina @ wocintechchat.com / Unsplash

scroll to top