Tips Trik Melatih Anjing Malinois Belgia

Tips Trik Melatih Anjing Malinois Belgia

Posted on 12:14 - 04 Dec 2019
Cornila Desyana Cornila Desyana Penulis dan Penyuka Binatang

paw friends tentu masih ingat berita tentang Sparta, anjing Malinois Belgia milik presenter Bimo Aryo, yang menyerang asisten rumah tangganya, kan? Nah, kali ini paw Indonesia mau membahas tentang anjing ras Malinois Belgia, terutama bila ia menjadi anjing penjaga.

Sejarah singkat tentang Malinois Belgia

Sesuai namanya, Malinois Belgia berasal dari Kota Malines, di Belgia. Awalnya, masyarakat Belgia dan sekitarnya menjadikan Malinois Belgia sebagai anjing penggembala, untuk menjaga ternak mereka.

Di tahun 1959-an, Malinois Belgia masuk ke jajaran anjing pekerja yang membantu polisi dalam menjaga acara/pertunjukan atau bekerja bareng tim pencari dan penyelamatan. Tim Secret Service Amerika Serikat sendiri mulai menjadikan Malinois Belgia sebagai anjing pekerja di tahun 1976. “Malinois Belgia juga dipakai U.S. Navy SEAL dalam Operation Neptune Spear di Pakistan,” tulis The Washington Post.

Malinois Belgia cenderung mendominasi anjing lainnya
Malinois Belgia cenderung mendominasi anjing lainnya.
Photo credit: Josef Feher / Pexels

Karakter Malinois Belgia

Dari sisi rupa, Malinois Belgia mirip dengan  German Shepherd. Berbadan tinggi dan gagah, bulu pendek dan kecokelatan, serta warna kehitaman di mukanya.

Secara kepribadian, Malinois Belgia memiliki temperamen tinggi, agresif, cenderung selalu waspada dan protektif, juga memiliki banyak energi. Namun di sisi lain, dia juga ramah, cukup pemalu dan sensitif, namun sangat aktif, pekerja keras, dan sangat percaya diri. Kepribadian inilah yang membuat Malinois Belgia cocok sebagai anjing pekerja atau penjaga.

Yang paw friends perlu tahu juga, sisi ramah Malinois Belgia membuat dia mudah dekat dengan anak-anak. Asalkan, paw friends bisa mengajarkan/melatih Malinois Belgia untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. “Kalau Malinois Belgia tidak pernah bersosialisasi dan lebih sering tinggal dalam kandang, maka dia akan lebih agresif dan sulit didekati,” tulis situs dogtime.com.

Berjiwa anjing penggembala, Malinois Belgia memiliki insting pemburu
Berjiwa anjing penggembala, Malinois Belgia punya dorongan alami untuk gigit tumit orang atau hewan lain
Photo credit: Tahoe / Unsplash

Saat anak-anak sudah dekat dengan Malinois Belgia, paw friends tetap harus mengawasi mereka. Karena berjiwa sebagai anjing penggembala, terkadang muncul insting si doggo untuk menggiring dan menggigit tumit anak. Selain itu, paw friends harus memastikan kalau anak tidak membawa makanan saat mendekati atau menyentuh Malinois Belgia. 

“Jangan juga mengganggu anjing yang sedang makan,” tulis dogtime.com. “Bagaimana pun, perlu pengawasan orang dewasa saat anak bermain dengan Malinois Belgia.”

Sebagai anjing alpha, Malinois Belgia memiliki kecenderungan untuk mendominasi anjing lain, dan galak dengan hewan yang lebih kecil, misalnya kucing. Masih menurut dogtime.com, paw parents sangat disarankan supaya tidak mendukung sifatnya yang agresif ke hewan lain ini.  

“Karena mudah tersinggung, Malinois Belgia harus sering bermain atau berhubungan dengan anjing lain maupun orang-orang di sekitarnya,” tulis dogtime.com.

Ikut kelas ketangkasan bisa optimalkan skill Malinois Belgia
Ikut kelas ketangkasan bisa optimalkan skill Malinois Belgia.
Photo credit: pohjakroon / Pixabay

Tips Melatih Malinois Belgia

Namanya juga ras anjing gembala, tentu Malinois Belgia memiliki bibit unggul soal kepatuhan, ketangkasan, kecepatan, dan kecerdasan. Secara naluri, mereka memiliki kemampuan untuk menggiring, menangkap bola terbang, melacak jejak, serta melindungi teritorial. Sehingga, tidak sulit untuk melatih mereka. 

Tapi dengan kepribadiannya yang cukup kompleks, bisa dikatakan tingkat melatih Malinois Belgia  gampang-gampang susah. Itu sebabnya, paw friends harus melatih Malinois Belgia sejak masih kecil, jadi sifatnya yang cenderung agresif dan teritorial centric bisa dikurangi. Dan begitu sebaliknya. Malinois Belgia akan mudah menunjukkan sifat agresifnya kalau tidak dilatih dengan benar.

Nah, agar proses melatih Malinois Belgia berjalan efektif, paw friends perlu mengingat beberapa hal ini:

  • Percaya diri. Sebagai pack leader, paw friends harus percaya diri saat melatih Malinois Belgia. Tunjukan kepadanya kalau paw friends adalah pemimpin yang bertanggung jawab dan konsisten dengan hal yang dilatihkan ke dia.
  • Tegas tanpa berlebihan. Menunjukkan kepercayaan diri kepada Malinois Belgia memang penting. Tapi paw friends juga perlu ingat agar tidak menunjukkan sikap tegas yang berlebihan, atau terlalu otoriter. Sebab saat itu terjadi, Malinois Belgia bakal ngambek, tidak mau merespon perintah, dan memilih berbaring di lantai/tanah.
Mengajak Malinois Belgia main di luar ruangan bisa menyalurkan energinya yang berlebihan
Mengajak Malinois Belgia main di luar ruangan bisa menyalurkan energinya yang berlebihan.
Photo Credit: pohjakroon / Pixabay
  • Ajak main dan bersosialisasi. Karena superaktif dan berbadan besar, Malinois Belgia memiliki banyak energi. Itu sebabnya, paw friends harus meluangkan waktu untuk mengajak si doggo main di luar ruangan, seperti di taman kompleks atau tempat bermain khusus anjing, seperti Vodka & Latte di Kemang. Tujuannya, supaya dia bisa menyalurkan energinya dengan cara yang benar dan positif. Yang terpenting dari bermain di luar rumah, Malinois Belgia bisa mengenal serta bersosialisasi dengan orang-orang dan lingkungan di sekitarnya. Untuk jenis permainannya, paw friends bisa mengajak si doggo bermain search and rescue. Pada dasarnya, permainan ini mirip dengan petak umpet dan bisa dimulai dari lingkungan rumah dulu. paw friends bersembunyi di salah satu ruangan di rumah, lalu panggil namanya. Setelah anjing jago menemukan tempat persembunyian di rumah, barulah ajak dia bermain petak umpet di lingkungan sekitar rumah.
  • Kasih hadiah. Sudah jadi pengetahuan umum kalau hewan akan cenderung lebih kooperatif kalau ada iming-iming hadiah saat latihan. Untuk pilihan hadiah ini, Anda bisa memberikan makanan atau mainan kesukaan si doggo.
  • Daftarkan Malinois Belgia ke kelas pelatihan. Masih karena kepribadiannya yang cukup kompleks, paw friends disarankan mendaftarkan Malinois Belgia ke kelas pelatihan. Dengan bantuan sang ahli, si doggo akan terlatih dengan baik dan paw friends bisa dapat pencerahan darinya. Selain itu, di kelas pelatihan, anjing Malinois Belgia akan dapat pelatihan ketangkasan. Seperti lempar tangkap, lari rintangan, dan beberapa latihan kepatuhan seperti belajar mengikuti komando untuk duduk, berbaring, atau salaman.

Selain tips di atas, paw friends perlu lebih dulu memelihara anjing ras lain. Dengan begitu, paw friends sudah paham dasar-dasar memelihara anjing. 

Untuk paw friends yang cenderung bersikap pasif dan tidak mau repot melatih anjing atau ingin memiliki anjing yang mampu mengembangkan kepribadiannya secara mandiri, sangat disarankan tidak memelihara Malinois Belgia. Sebab menurut 1source.basspro.com, memelihara anjing Malinois Belgia perlu dilakukan sejak dia masih kecil dengan sistem pelatihan yang terarah dan rutin, supaya si doggo bisa belajar mengendalikan dirinya dan lebih mengenal lingkungan tempatnya hidup. 

Sementara bila ingin mengadopsi Malinois Belgia dewasa, paw friends harus tahu latar belakang pelatihan yang sudah pernah dia ikuti. Jadi, paw friends punya melanjutkan pelatihan si doggo.

Jangan lupa juga, selalu mengajak anjing Malinois Belgia untuk jalan-jalan ke luar rumah, bersosialisasi dengan manusia dan hewan lainnya, ya. Agar dia tidak jadi anjing pemalu, yang nantinya malah agresif saat ketemu orang atau hewan yang tidak dikenal.

 

Photo credit main image: Gotti1979 / Pixabay

 

Profil Penulis


Cornila, ibu dari dua putri dan satu putra, yang juga sibuk sebagai parent dari dua kucing, dua kelinci, dua kura-kura brazil, dua hamster dan satu anaknya, dua ikan cupang, dua ikan mas, dan dua ikan manfish.

scroll to top