Penyakit Distemper pada Anjing, Ketahui Gejala dan Pencegahannya

Penyakit Distemper pada Anjing, Ketahui Gejala dan Pencegahannya

Posted on 19:44 - 21 Jan 2019
paw Indonesia paw Indonesia pawesome

­paw friends, penyakit distemper tergolong penyakit yang mematikan pada anjing. Canine Distemper adalah penyakit menular yang serius dan hingga kini, belum ada obat khusus yang bisa memusnahkan atau melumpuhkan virus tersebut.

Infeksi virus distemper dapat dengan cepat menyerang anjing paw friends dan bisa berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Karena distemper adalah virus yang serius, maka paw Indonesia ingin membahasnya untuk Anda.

Q: Apa saja tanda-tanda distemper?

Umumnya, anjing yang baru terjangkit virus ini tidak menunjukkan tanda-tanda klinis yang terdeteksi manusia. Itu sebabnya, penyakit distemper dapat dengan mudah menyebar luas karena adanya kontak anjing yang terjangkit dengan anjing lain. Gejalanya dimulai dari demam yang mungkin tak paw friends kenali, lalu menjalar ke saluran pernapasan atas yang kemudian bisa berkembang menjadi pneumonia yang parah dan cenderung fatal.  

Batuk, lesu, nafsu makan berkurang, muntah dan diare juga dapat terjadi. Pada beberapa anjing, pengobatan intensif pada saluran pernapasan cukup direspons baik. Namun ada pula kasus pada anjing lain yang mengalami sakit pernapasan berkepanjangan walaupun dokter telah melakukan pengobatan.

Di samping itu, jika virus menyerang sistem saraf maka akan ada gejala yang terlihat dari perubahan perilaku, seperti berputar-putar, memiringkan kepala, otot berkedut, kejang, yang bahkan bisa muncul satu bulan setelah sembuh dari infeksi pernapasan. Kelumpuhan tubuh sebagian atau seluruhnya pun bisa dialami anjing paw friends. Virus ini juga dapat menyebabkan telapak kaki menebal dan mengeras, yang membuat penyakit ini mendapat julukan "penyakit telapak kaki keras”.

Bagian tubuh yang terinfeksi distemper anjing
Photo Credit: Science Direct

 

Q: Berapa periode inkubasi dari sejak tertular hingga menunjukkan tanda-tanda klinis?

A: Periode inkubasi pada sebagian besar kasus terjadi dalam 1-6 minggu. Kemudian tanda-tanda klinis akan muncul 1-4 minggu sejak tertular.

Q: Kapan anjing yang terinfeksi distemper bisa menularkan ke anjing lain?

A: Butuh waktu hingga 5 hari sebelum tanda-tanda klinis muncul. Namun, hal ini sulit dideteksi karena pada beberapa kasus, anjing telah tertular tanpa ada gejala sekalipun.

Q: Berapa lama anjing yang terinfeksi tetap menularkan anjing lain?

A: Hingga empat bulan setelah pemulihan.

Q: Medium apa yang dapat menularkan anjing lain?

A: Virus ini bisa menularkan anjing lain melalui kotoran mata, cairan dari hidung serta tetesan cairan yang keluar dari batuk. Namun, semua ekskresi termasuk muntah, tinja, dan urin dapat mengandung virus.

Q: Bagaimana proses penyebaran virusnya?

A: Kontak langsung dan berdekatan dengan anjing yang telah terjangkit adalah cara menularkan yang paling cepat. Tetesan bersin yang terbawa udara dari jarak 1,5 meter saja dapat memfasilitasi penyebaran virus ini. Virus distemper bisa saja menulari anjing Anda jika paw friends baru saja melakukan kontak tubuh dengan anjing yang terjangkit, lho.

Q: Berapa lama virus bertahan di lingkungan?

A: Virus distemper tidak tahan lama, paling hanya bertahan beberapa jam pada udara bersuhu ruang. Sinar matahari, suhu lembap, dan desinfektan cukup efektif menetralkannya.

Q: Bagaimana distemper dapat didiagnosa serta cara pengobatannya?

A: Dokter hewan dapat mendiagnosa anjing terjangkit virus distemper melalui penampilan klinis dan uji laboratorium. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan infeksi terganas pada anjing ini. Pengobatan biasanya terdiri dari perawatan suportif dan upaya untuk mencegah infeksi sekunder; mengendalikan muntah, diare, gejala neurologis, dan memerangi dehidrasi melalui pemberian cairan. Anjing yang terinfeksi distemper perlu diisolasi dari anjing lain yang sehat untuk meminimalkan risiko infeksi kelanjutan.

Q: Bagaimana mencegah penyakit distemper anjing?

A: Vaksinasi sangat penting dalam mencegah distemper anjing.

  • Serangkaian vaksinasi dari mulai anjing tergolong masih puppy dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuhnya.
  • Hindari kontak dengan hewan yang terinfeksi. Jika Anda baru saja berdekatan hingga bersentuhan dengan anjing terinfeksi, pastikan untuk cuci tangan hingga bersih dan mengganti baju sebelum memegang anjing yang tidak terinfeksi.
  • Pastikan Anda selalu memperbarui  vaksinasi distemper. Disarankan sekali setahun.
  • Berhati-hatilah saat bersosialisasi dengan anak anjing atau anjing yang tidak divaksinasi saat berada di taman, kelas anjing, kelas kepatuhan, penitipan anak anjing, dan tempat-tempat anjing berkumpul.
scroll to top