Ketahui Gejala dan Mencegah Jamur Pada Kulit Anjing dan Kucing

Ketahui Gejala dan Mencegah Jamur Pada Kulit Anjing dan Kucing

Posted on 13:57 - 20 Nov 2019
Anisa Intan Anisa Intan Sales & Marketing paw Indonesia

Bulu anjing dan kucing paw friends tiba-tiba rontok atau ia terlihat sering menggaruk? Padahal jadwal mandi atau grooming tidak berubah dan Anda sudah memastikan kebersihan terjaga? 

Hmm... mungkin paw friends perlu memperhatikan kesehatan kulit si doggo dan pus lebih saksama. Sebab, barangkali kulit mereka terjangkit jamur. 

Yap, dermatophytes atau infeksi jamur memang bisa menyerang kulit anjing dan kucing. Akan tetapi tidak hanya kulit loh, rambut dan kuku hewan kesayangan paw friends itu juga bisa terkena jamur. Biasanya, jenis jamur yang paling sering menempel pada tubuh anjing dan kucing adalah Microsporum canis, Trichophyton mentagrophytes, dan Microsporum gypseum.

Walaupun terkesan sepele, infeksi jamur ini bisa mengganggu aktivitas si doggo dan si manis. Bahkan jika dibiarkan, jamur dapat menyebar ke seluruh tubuh dan bisa menular tidak hanya ke sesama pet namun juga ke manusia.

Untuk lebih memahami salah satu kelainan kulit ini, paw friends bisa menyimak jawaban dari pertanyaan berikut:

Q: Apa ciri-ciri hewan yang terinfeksi Dermatophytes?

A: Dermatophytes termasuk kelainan yang sulit untuk dideteksi. Organisme jamur ini biasanya menyerang keratin di lapisan luar kulit, folikel rambut, dan kuku furry friends. Salah satu ciri yang mudah dikenali adalah adanya lapisan kulit yang terlihat seperti abu rokok di permukaan kulit. Ciri lainnya adalah rontoknya bulu anjing dan kucing di beberapa permukaan kulit.

Jamur ini biasanya menginfeksi folikel di rambut pet yang menyebabkan rambut terputus di garis kulit (tidak rontok sampai dengan akar rambut). Ketika jamur menyebar akan muncul pola lesi yang tidak beraturan di seluruh tubuh anjing atau kucing. Lesi dapat menyebabkan luka kulit jika furry friends terus menggaruk atau menjilati daerah yang terinfeksi.

Selain menyerang kulit, jamur ini juga bisa terlihat dari kuku. Jika ini yang terjadi, biasanya kuku akan terlihat lebih kering sehingga lebih rapuh dan pecah-pecah.

Q: Apa saja penyebab dari infeksi Dermatophytes?

A: Faktor lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya infeksi Dermatophytes. Misalnya jika bulu anjing dan kucing tidak dikeringkan sampai tuntas setelah grooming. Bisa juga disebabkan oleh lingkungan yang terlalu lembap dan panas seperti pada saat musim hujan. Cari tahu tips tentang melindungi anjing saat musim hujan di sini . Pet dengan tingkat imunitas (kekebalan tubuh) yang rendah juga lebih berpeluang terinfeksi dermatophytes.
Selain itu, penyebab utama infeksi Dermophytes adalah melalui penularan dari pet lain yang memiliki jamur di tubuhnya. Penularan ini dapat dilakukan saat adanya kontak langsung.

Q: Bagaimana proses penularan Dermatophytes ke hewan lain?

A: Anjing dan kucing dapat tertular melalui kontak langsung dari benda-benda yang terkontaminasi jamur seperti kandang, tempat tidur, sisir, gunting grooming, bahkan tanah. Untuk mencegah penularan, sterilisasi benda-benda yang terkontaminasi tersebut dengan cairan anti bakteri atau desinfektan.  Melihat penyebaran infeksi yang mudah, paw friends sebaiknya memerhatikan daya tahan tubuh dari anjing dan kucing dengan cara memperhatikan apakah pet kesayangan sering jatuh sakit atau ada perubahan nafsu makan.

Q: Apakah manusia bisa tertular Dermatophytes?

A: Seperti halnya penularan kepada pet lain, ternyata jamur juga bisa menular pada manusia. Penularan juga terjadi saat kontak langsung dengan pet yang sudah terinfeksi. 

Untuk itu, selalu jaga kebersihan diri paw friends sebelum dan setelah kontak langsung dengan pet yang terinfeksi jamur dengan cara membersihkan tangan dengan sabun anti bakteri atau desinfektan.

Q: Apa saja tindakan yang diperlukan untuk menangani Dermatophytes?

A: Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk penanganan Dermatophytes, di antaranya adalah:

  1. Bawalah pet untuk konsultasi ke dokter hewan.
    Penyebaran infeksi dan tingkat keparahan Dermatophytes bisa sangat bervariasi pada pet. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter hewan mengenai penanganan yang sesuai untuk kasus pet Anda.
  2. Mandikan dengan sampo yang mengandung Ketoconazole setidaknya setiap ia mandi, 2 minggu atau sebulan sekali. Ketoconazole adalah kandungan yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada tubuh dengan menghentikan pertumbuhannya. Awalnya, obat ini digunakan sebagai obat luar untuk manusia. Namun, kini tersedia sampo yang memiliki kandungan Ketoconazole yang dosisnya sudah disesuaikan untuk penggunaan pada hewan.
  3. Bersihkan peralatan dan aksesoris furry friends dengan cairan pembersih atau desinfektan.

Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya, penyebaran terjadi pada saat kontak langsung dengan objek yang sudah terkena jamur. Untuk itu segera bersihkan peralatan yang digunakan langsung oleh pet.

Q: Bagaimana mencegah jamur dan mengantisipasi penularan Dermatophytes  ke hewan dan manusia?

A: Penularan jamur ke hewan ataupun manusia bisa dicegah dengan cara ini:

  1. Batasi kontak langsung dengan pet yang terinfeksi dengan mengkarantinanya. Jika paw friends memegang pet yang terinfeksi  cucilah tangan dengan sabun dan air hangat sebelum dan setelahnya.
  2. Gunakan masker dan sarung tangan ketika membersihkan kandang dan membuang kotoran hewan.
  3. Berikan makanan yang bernutrisi dan air minum yang bersih. Jangan memberikan pet meminum air toilet mengingat berbagai macam infeksi dapat menyebar melalui air, urin, dan kotoran.
  4. Jagalah kebersihan lingkungan rumah, khususnya area yang sering dikunjungi oleh furry friends.

 

Photo credit untuk image utama: Buenosia Carol dari Pexels

 

Profil Penulis


Selain sedang belajar sebagai seorang marketer, Anisa disibukkan mengurus empat kucing Persia-Himalayan yang menggemaskan: Poka, Ollie, Pabo, dan Cemong.

scroll to top