Kenali Ciri-ciri Stres pada Kucing, Ini Cara Mengatasinya

Kenali Ciri-ciri Stres pada Kucing, Ini Cara Mengatasinya

Posted on 06:41 - 15 May 2020
Cornila Desyana Cornila Desyana Penulis dan Penyuka Binatang

Beberapa waktu lalu, paw Indonesia mem-posting artikel tentang anxiety pada anjing. Kali ini, kita akan membahas tentang stres pada kucing. Loh, memangnya kucing bisa stres? Jawabannya, ya...stres bisa melanda kucing. Apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Hmmm, bagaimana pandemi COVID-19 bisa membuat kucing stres? Jadi menurut Dr. John Howe, Presiden Asosiasi Kedokteran Hewan Amerika, kondisi karantina mandiri membuat suasana rumah selalu ramai, sehingga hewan peliharaan, seperti kucing, tidak bisa memiliki waktu mereka sendiri alias me time. Apalagi kucing cenderung menghabiskan waktunya di siang hari untuk tidur. Dan dengan keramaian anggota keluarga di rumah, waktu istirahat mereka pun terganggu, membuatnya menjadi stres.

Selain suasana rumah yang terlalu ramai, apa lagi penyebab kucing stres? Bagaimana kita bisa membaca ciri-ciri stres pada kucing? Lantas, bagaimana caranya mengatasi stres pada kucing? Artikel ini akan menjawabnya.

 

Apa penyebab kucing stres?

Karantina mandiri selama pandemi COVID-19 bisa membuat kucing stres di rumah
Karantina mandiri selama pandemi COVID-19 bisa membuat kucing stres di rumah
Photo credit: Francesca Ungaro / Pexels
  • Suara kencang. Menurut situs bustle.com, kucing merupakan hewan yang bisa mengalami trauma. Kucing yang pernah melewati hari-hari dengan mendapatkan teriakan atau bentakan, maka ia akan mudah stres saat dengar suara kencang. Misalnya saja TV yang mendadak menyala dengan suara kencang, teriakan si kecil yang sedang berlarian, atau suara petir dan petasan, itu semua bisa membuat kucing stres.
  • Kucing sendirian di rumah. Untuk kecemasan atau anxiety pada anjing, salah satu penyebab anjing stres adalah perasaan ditinggal pemiliknya. Hal serupa ternyata bisa juga terjadi pada kucing. Merujuk ke artikel PetMd, yang dikutip bustle.com, kucing bisa mengalami stres karena merasa ditinggalkan pemiliknya bila dia memiliki riwayat pengabaian atau dibuang, maupun sering berpindah rumah atau berganti paw parents
  • Kucing stres karena melihat ketimun. Pernahkah paw friends melihat video yang menggambarkan betapa terkejutnya kucing akan kemunculan ketimun? Kalau pernah, besar kemungkinan paw friends tertawa saat menontonnya, ya. Tapi sesungguhnya, kemunculan ketimun bisa bikin kucing stres. Sebab menurut Con Slobodchikoff, ahli perilaku hewan dan penulis Chasing Doctor Dolittle: Learning the Language of Animals, bentuk ketimun di mata kucing mirip dengan ular. “Sementara secara genetis dan naluriah, kucing terprogram untuk menghindari ular. Itu sebabnya dia kaget dan stres saat melihat ketimun, apalagi bila tiba-tiba muncul.”
  • Pelukan bisa bikin kucing stres. Buat pecinta kucing seperti paw friends, tentunya ada hasrat ingin memeluk si kitty. Tapi untuk kucing yang jarang memperoleh kasih sayang atau anti-sosial, pelukan paw friends hanya akan membuat mereka stres. Sedih, ya...
  • Ada penghuni baru di rumah. Entah itu manusia atau hewan lain, yang baru tinggal satu rumah dengan si kitty, bisa membuatnya merasa gelisah dan stres. Terutama untuk kucing yang jarang bersosialisasi dengan orang atau hewan di luar lingkungan keluarganya. Kalau ini yang terjadi, paw friends harus memperkenalkan mereka secara perlahan.
  • Kucing terpapar stres dari paw parent. Di masa pandemi COVID-19 saat ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan kita untuk melakukan karantina mandiri di rumah. Itu sebabnya, pihak otoritas di berbagai negara meminta warganya untuk bekerja dan belajar di rumah, istilahnya work from home dan learn from home. Kita pun tidak bisa bepergian secara bebas, apalagi liburan keluar kota. Pekerjaan kantor dan aktivitas rumah yang tidak bersekat memungkinkan kita mengalami stres, meski tanpa disadari. Di saat seperti ini, kucing pun bisa ikut terpapar stres. "Hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, cenderung memiliki ikatan emosi yang kuat dengan pemiliknya,” kata dokter hewan Dr. Meredith Montgomery, di University of Florida, Amerika Serikat. Karena itu, perilaku kita di rumah, baik itu positif atau negatif, bisa berpengaruh pada kucing, termasuk stres. “Kucing bisa merasakan bila kita stres atau cemas, dan itu akan membuatnya stres juga.”

Selain keenam hal di atas, kucing juga rentan gelisah, cemas, atau bahkan stres karena sedang sakit, usianya yang sudah tua, memiliki trauma, tidak bersosialisasi dengan manusia atau hewan lain selama 14 minggu, atau pernah dibuang oleh pemiliknya.

 

Bagaimana ciri-ciri stres pada kucing?

Ciri-ciri kucing stres: menjadi sangat agresif
Ciri-ciri kucing stres: menjadi sangat agresif
Photo credit: Manki Kim / Unsplash

Kucing yang mengalami kecemasan, gelisah, atau bahkan stres bisa dilihat dari perilaku mereka seperti yang sudah kami bahas sebelumnya. Lengkapnya seperti:

  • Kucing sering bersembunyi. Tidak semua kucing suka bersosialisasi. Tapi kalau kucing cenderung lebih suka bersembunyi sepanjang waktu, hingga membuat paw friends merasa lupa bila memelihara kucing di rumah, itulah tanda dia mengalami anxiety.
  • Kucing menjadi sangat agresif. Kalau kucing paw friends bersikap agresif, tanpa sebab, rasa gelisah atau stres bisa jadi pemicunya. “Seekor kucing yang biasanya berperilaku baik, sangat kecil kemungkinan tiba-tiba marah berkepanjangan ke paw parents tanpa sebab yang jelas,” tulis situs iHeart Pets. “Bila itu yang terjadi, paw parents perlu mencari penyebab tingkahnya itu.”
  • Kucing sering mengeong. Umumnya, kucing mengeong untuk berbicara dengan paw friends ketimbang dengan sesama kucing. Saat kucing mengeong ke paw friends, tapi paw friends tidak paham dengan yang ia mau, ada kemungkinan dia akan merasa sedih dan membuatnya mengeong tanpa henti. “Kalau itu yang terjadi, kucing akan mengeong dengan intonasi suara yang cenderung tinggi, cempreng, dan menunjukkan suatu masalah,” tulis iHeart Pets.
  • Kucing sering menjilati tubuhnya. Menjilat tubuh atau bulu memang cara kucing untuk membersihkan tubuhnya. Namun menurut Princeton Veterinary Hospital, kalau dia jadi sering menjilati tubuhnya, sepanjang hari hingga bulunya rontok dan ada kebotakan di beberapa tempat di tubuhnya, besar kemungkinan dia merasa gelisah atau cemas,”
  • Kucing tidak mau menggunakan kotak litter. Kucing yang sejak kecil dilatih buang air di kotak litter, ia pun akan terbiasa untuk buang air di sana. Namun bila ia mendadak tidak mau menggunakannya, dan mulai pipis di sembarang tempat, itu artinya dia mencoba mengatakan sesuatu ke paw friends. Dan bila paw friends mencoba menyediakan beberapa kotak litter di rumah, tapi ia tetap buang air di sembarang tempat, ini saatnya mempertimbangkan kemungkinan si kucing tengah mengalami kecemasan.
  • Kucing gemetaran. Kucing memang tidak suka dikagetkan. Dan bila saat kaget dia gemetaran tanpa henti, itu tandanya si kucing mengalami anxiety.
  • Kucing terus mengikuti paw friends dan susah tidur. Kucing adalah hewan yang suka tidur, Sekitar 16 jam yang dipakai kucing untuk tidur. Tapi bila si pus jadi jarang tidur, selalu berpindah tempat, atau bahkan mengikuti paw friends ke mana saja, itu salah satu tanda ia sedang cemas atau gelisah.
  • Kucing mengubah kebiasaan makannya. Bila kucing memakan benda selain makanan  -- seperti benang atau plastik --  ataupun malah sama sekali tidak mau makan, ada kemungkinan dia menderita kecemasan. Tapi untuk memastikan ada tidaknya gangguan kesehatan lainnya, paw friends sebaiknya memeriksakan  kucing ke dokter hewan.
  • Kucing jadi sering mencakar. Penandaan goresan vertikal - Kucing biasanya menggaruk untuk mengasah cakarnya (memberikan postingan menggaruk sangat membantu untuk hal ini). Tanda-tanda yang menggaruk kucing Anda terkait kecemasan adalah: Menggaruk beberapa situs di sekitar rumah, rumah atau lingkungan Anda padat dengan kucing, ada perubahan di rumah Anda atau goresan di dekat pintu atau jendela.
  • Kucing mengalami gangguan pencernaan. Stres mungkin menjadi penyebab utama masalah pencernaan kucing paw friends, seperti mual, muntah, diare, atau sembelit.
  • Sosok kucing menjadi lebih tegang. Saat gelisah atau stres, kebanyakan kucing akan menahan ekornya dalam posisi rendah dan mengibaskannya dengan cepat ke depan dan belakang. Selain itu, kucing yang dilanda kecemasan akan sering menempelkan telinganya di atas kepala, sementara pupil matanya melebar.
  • Kucing jadi sulit napas. Kucing yang sangat stres akan menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas. Ini sering berkorelasi dengan peningkatan denyut jantung dan denyut nadi. Bila kucing normal melakukan 20-30 tarikan napas per menit dengan mimik wajah santai, beberapa kucing yang mengalami stres akan bernapas dengan terengah-engah dengan mulut terbuka.

Lalu bagaimana ciri-ciri kucing yang sudah tidak stres? “Kucing yang sudah tidak stres akan senang bertengger di tiang panjat atau duduk di lokasi yang agak tinggi dan memantau lingkungan mereka dari atas," kata rescuer Lydia Rehnberg dari La Trobe University di Melbourne, Australia.

 

Bagaimana cara mengatasi stres pada kucing?

Cat tree atau pohon kucing bisa membantu kucing merasa nyaman
Cat tree atau pohon kucing bisa membantu kucing merasa nyaman
Photo credit: VisionOfVector / Pixabay

Hal utama yang perlu paw friends tahu saat menghadapi kucing yang mengalami kecemasan atau anxiety adalah tidak boleh menghukumnya. Mengapa? Karena kucing tidak menanggapi hukuman sebagai pembelajaran seperti yang dilakukan anjing.  Bila paw friends menghukum atau memarahinya, ia akan merasa lebih gelisah, takut, membuat kelakuannya lebih buruk lagi, bahkan membuat dia menjadi tidak lagi percaya dengan paw friends.

Lalu bagaimana kalau kucing mengalami anxiety

  1. Cara terbaik untuk menghadapi anxiety pada kucing adalah dengan mengidentifikasi penyebab kucing mengalami stres, cemas, ataupun ketakutan. Setelahnya, hindari hal-hal pemicu anxiety itu terjadi di kemudian hari.
  2. Cobalah membuatnya merasa nyaman dan aman. Seperti memberikan makanan favorit atau mainan favoritnya, menggendong dan mengelusnya, menjauhkannya dari hewan lain di rumah, atau tidak membuat suara gaduh di rumah.
  3. Membuat kegiatan rutin. Tidak hanya manusia, hewan seperti anjing dan kucing juga suka dengan sesuatu hal yang rutin. "Bangun pada saat yang sama, makan pada saat yang sama, bermain pada saat yang sama. Itulah kunci agar kucing tidak lagi stres," kata Dr. John Howe, Presiden Asosiasi Kedokteran Hewan Amerika.
  4. Menaruh tempat makan, minum, dan litter box secara terpisah. Kucing menghabiskan 17 persen waktunya untuk berburu atau makan. Karena itu, paw parents perlu menambah jumlah kotak makan, minum, dan litter box, lalu menaruhnya di tempat atau ruang berbeda agar dia bisa bereksplorasi. Selain itu, paw friends bisa memberi makan kucing melalui permainan. Seperti mengajak kucing bermain tebak-tebakan atau petak umpet, bila berhasil menebak mereka akan menerima hadiah berupa makanan. Sehingga kucing dapat lebih aktif dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
  5. Menyediakan pohon kucing. Pada dasarnya, kucing lebih suka bersembunyi di tempat gelap di mana mereka tidak dapat dilihat dengan mudah. Mereka juga menyukai tempat yang tidak mudah dijangkau oleh siapapun. Itu karenanya, kucing dengan rasa percaya diri tinggi sering mencari tempat peristirahatan yang tinggi, sedangkan kucing yang cemas memilih bersembunyi di ruang bawah tanah, di bawah furnitur, di bawah tangga atau lemari. Karena kucing menghabiskan 62 persen waktunya untuk tidur atau beristirahat, paw friends dapat membantu kucing menghilangkan rasa cemasnya dengan menyediakan pohon kucing di rumah.

Cara apapun yang paw friends pilih dari opsi di atas, yang perlu diingat adalah stres, cemas, atau anxiety pada kucing perlu segera diatasi atau akan menjadi lebih buruk pada tingkah lakunya, bahkan bagi kesehatan kucing.

Menunjukkan rasa sayang dan sabar, membantu kucing tenang dan lebih bahagia. Selain itu, memeriksakan kucing ke dokter hewan juga perlu dilakukan, untuk deteksi dini ada tidaknya masalah kesehatan yang membuat kucing stres, cemas, atau anxiety.

 

Photo credit main image: Tranmautritam / Pexels 

 

Profil Penulis

Cornila, ibu dari dua putri dan satu putra, yang juga sibuk sebagai parent dari dua kucing, dua kelinci, dua kura-kura brazil, dua hamster dan satu anaknya, dua ikan cupang, dua ikan mas, dan dua ikan manfish.

scroll to top