Bagaimana Penularan Toksoplasma dari Kucing ke Manusia?

Bagaimana Penularan Toksoplasma dari Kucing ke Manusia?

Posted on 13:37 - 30 Apr 2020
Anisa Intan Anisa Intan Sales & Marketing paw Indonesia

paw friends memelihara kucing? Familiar dengan komentar’ “Hati-hati lho kalau pelihara kucing nanti kena tokso!”

Kucing memang sering dihubungkan dengan penyakit toksoplasma. Namun, seperti apa sih  penyakit toksoplasma? Apakah benar kucing menjadi penyebab utama dari penularan penyakit ini? Lalu apakah saya harus berhenti memelihara kucing?

Jangan terburu-buru dalam mengambil tindakan, paw friends. Sebaiknya kita berkenalan dulu dengan toksoplasma, sehingga informasi tersebut dapat berguna untuk mengambil langkah preventif.

Mari kita baca info mengenai penyakit ini lebih lanjut.

 

Apakah memiliki kucing sudah pasti terinfeksi toksoplasma?

Belum tentu, paw friends. Tidak semua kucing pasti terinfeksi toksoplasma. Seperti pada manusia, diperlukan media atau inang untuk parasit tersebut masuk dan menginfeksi kucing. Ada dua jenis infeksi toksoplasma pada kucing, yaitu infeksi aktif dan infeksi pasif. Dua jenis infeksi ini akan dijelaskan lebih lanjut di jawaban pertanyaan berikutnya.

 

Apakah kontak langsung (memegang, digigit, atau dicakar) kucing yang terinfeksi toksoplasma akan langsung menular kepada manusia?

Tidak, toksoplasma hanya dapat menginfeksi manusia jika parasit yang menjadi penyebab utamanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui oral atau tidak sengaja masuk ke dalam pencernaan. Parasit tersebut pada umumnya berada di tanah dan masuk ke dalam saluran pencernaan kucing yang kemudian akan keluar dari kotorannya.  

 

Apa saja yang harus diketahui tentang toksoplasma?

Toksoplasma adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit yang bernama Toxoplasma gondii atau T. gondii yang sering ditemukan di serpihan tanah. Siklus hidup parasit ini terbagi menjadi 2 jenis, tergantung dari host (inang) yang ‘ditumpanginya’. Pada definitive host, parasit akan berkembang biak dengan bertelur (dinamakan oocysts). Sementara pada intermediate host, parasit akan berkembang biak dengan mengkloning dirinya sendiri dalam tubuh inangnya.

Perjalanan parasit ini dimulai dari masuk ke tubuh hewan pengerat yang termasuk intermediate host. Parasit tersebut kemudian berpindah ke kucing liar yang terbiasa memburu hewan pengerat. Kucing termasuk definitive host, yang mana parasit ini hanya menumpang untuk bertelur. Telur-telur tersebut kemudian akan keluar bersama dengan kotoran kucing. 

Siklus hidup parasit  T. gondii
Siklus hidup parasit  T. gondii
Photo credit: College of Veterinary Medicine - Cornell University

 

Apa gejala ciri hewan yang terinfeksi toksoplasma?

Sebagian besar kucing yang terinfeksi parasit T. gondii ternyata tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, paw friends. Hal ini terjadi karena imun kucing mampu membuat parasit T. gondii berada dalam fase tidur atau fase tidur atau dikenal juga sebagai infeksi pasif.  Untuk itu kita sebaiknya berhati-hati dalam menjaga kebersihan si pus di rumah. Cara yang dapat dilakukan adalah membersihkan litter box (tempat kotoran) setiap hari dengan cara menyerok kotoran atau mengkarantina kucing tersebut.

Namun terkadang, parasit T. gondii bisa kembali aktif dan berkembang jika imun kucing lemah, seperti pada anak kucing atau kucing yang menderita virus Leukemia (FeLV). 

Nah, selanjutnya kita akan membahas lebih detail mengenai ciri serta pengobatan yang harus dilakukan terkait infeksi toksoplasma..

Gejala toksoplasmosis yang paling sering ditemui adalah demam, tidak nafsu makan, dan lemas. Gejala lain dapat terjadi tergantung dari lokasi parasit dalam tubuh.

Tabel 1. Gejala toksoplasmosis dan lokasi parasit pada kucing
Lokasi Parasit Gejala
Paru-paru Kesulitan bernapas, pneumonia
Hati (liver)

Jaundice atau penyakit kuning mengacu pada akumulasi berlebihan dari pigmen kuning dalam darah dan jaringan.

Karena sebagian besar kulit kucing ditutupi oleh bulu, paling mudah terlihat di gusi, sklera (bagian putih mata), dan pinnae (flap telinga). Penyakit kuning mungkin sulit dideteksi pada kucing yang memiliki gusi atau kulit berpigmen (gelap).

Mata

Pigmen pada mata (Uveitis), ukuran pupil abnormal, dan kebutaan

Sistem Saraf Pusat

Menurunnya koordinasi tubuh, kesulitan menelan makanan, kejang, tidak bisa mengendalikan buang air kecil dan buang air besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perhatikan setiap gejala infeksi toksoplasma pada kucing.
Perhatikan setiap gejala infeksi toksoplasma pada kucing.
Photo credit: Ash Edmonds / Unsplash

Untuk memastikan apakah kucing memang terinfeksi toksoplasmosis, bawalah si pus ke dokter hewan guna tindakan tes darah. Jika dalam hasil tes kucing menunjukkan kadar imun IgM yang tinggi, paw friends perlu waspada, pasalnya hal tersebut menunjukkan bahwa kucing terinfeksi aktif. Lalu bagaimana dengan kucing yang terinfeksi pasif? Pada umumnya infeksi pasif tidak akan menunjukkan gejala klinis, ibaratnya parasit T.gondii hanya ‘menumpang’ untuk bertelur di feses kucing tanpa menyakiti kucing tersebut.

 

Bagaimana pengobatan kucing yang terinfeksi toksoplasma?

Jika kucing sudah terkena infeksi toksoplasma, paw friends sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan untuk pengobatannya. Pengobatan biasanya dilakukan dengan memberikan antibiotik klindamisin. Jika toksoplasmosis sudah menginfeksi mata, pemberian klindamisin akan dikombinasikan dengan kortikosteroid.

 

Bagaimana pencegahan infeksi toksoplasma?

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi parasit T. gondii pada kucing:

  1. Periksakan kucing secara rutin ke dokter hewan. Setidaknya 6 bulan sekali lakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar IgM pada kucing.
  2. Sebisa mungkin jaga agar kucing tidak berkeliaran ke luar rumah.
  3. Hindari memberi makan daging mentah ke kucing.
  4. Jangan biarkan kucing berburu dan makan hewan liar seperti burung dan tikus.
Pastikan untuk tidak memberikan makanan mentah pada kucing
Pastikan untuk tidak memberikan makanan mentah pada kucing
Photo credit: Paul Hanaoka / Unsplash

Seperti yang sudah diinfokan, penularan infeksi parasit T. gondii tidak hanya berasal dari kucing saja, tetapi dari hewan-hewan herbivora yang memakan rumput dari tanah. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi parasit T. gondii pada manusia:

  1. Makan makanan yang dimasak sempurna. Hindari memakan daging yang tidak matang, seperti steak medium well atau medium raw.
  2. Mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi
  3. Gunakan pisau, talenan, dan benda dapur lain yang terpisah untuk bahan mentah dan siap makan
  4. Hindari minum susu yang tidak dipasteurisasi
  5. Hindari minum air yang belum dimasak
  6. Pastikan tangan bersih sebelum makan
  7. Kenakan sarung tangan saat berkebun dan jangan lupa mencuci tangan setelahnya
  8. Tutup litter box kucing jika berada di dalam rumah
  9. Buang kotoran kucing dari litter box setiap hari menggunakan sarung tangan. Juga jangan lupa untuk cuci tangan dengan sabun anti bakteri atau desinfektan setelahnya.

Bagaimana paw friends? Kini tidak perlu khawatir jika kucing pasti akan menularkan Toksoplasma ke manusia. Asalkan kita menjaga kebersihan dan kesehatan kucing dengan baik, maka kucing pun akan terhindar dari infeksi parasit T. gondii.

 

Photo credit main image: Chen Yi Wen / Unsplash

 

Profil penulis

Selain sedang belajar sebagai seorang marketer, Anisa disibukkan mengurus empat kucing Persia-Himalayan yang menggemaskan: Poka, Ollie, Pabo, dan Cemong.

scroll to top